Today

PAHAM

Alfin Sirait

Paham atau memahami = mengetahui ataupun mungkin menyetujui, artinya memaklumi. Memahami = hasil proses berfikir yang sehat dan cerdas. Sesungguhnya kita dikaruniai akal dan kemampuan memakainya untuk memahami berbagai masalah hidup.

Di sekitar kita banyak orang gampang marah atau mengkambing hitamkan orang lain, padahal ia tidak mau memahami sumber masalahnya; satu diantaranya ya dari dia sendiri. Sikap membela paham sendiri (padahal salah) kadang-kadang dipengaruhi rasa egois dan amarah sebab kepentingannya terusik!. Ia merasa sebagai penguasa can’t do wrong!. Jadi, orang lain harus patuh dan jangan menolak/mengganggu pemahamannya. Secara tidak disadari ia justru menyebarkan paham yang salah dan suatu saat kelak akan dilindas kebenaran.

*Paham yang Salah, Salah Memahami dan Tidak mau memahami*
Salah satu dialog Dalam hidup ini sumber masalah selalu berkisar pada paham yang salah ataupun salah memahami ”. Selintas, dua kata tersebut di atas adalah sama akan tetapi bila ditelusuri lebih jauh lagi jelas jauh berbeda.

*Paham yang Salah*
Hal ini mungkin terjadi sebab keadaan, misalnya : kurang pergaulan (kuper), kurang pendidikan (kupen), kurang membaca atau tak suka mencermati berita. Jadi miskin ilmu dan wawasan. Paham salah = keyakinan yang tidak tepat. Suatu persoalan, bila disikapi dengan beda paham ya jadi sulit. Juga dalam pergaulan, orang sering ribut sebab paham (aliran) yang dianutnya tidak sama. Ibarat suatu objek, bila dilihat dari sudut berbeda ya bentuknya tidaklah sama. Jadi paham yang salah bila dipaksa-paksakan = keributan bahkan menimbulkan pertengkaran yang takkan habis-habisnya.

Paham adalah milik dan hak semua orang, namun jangan lupa setiap hak pastilah ada kewajiban (untuk berusaha memahami orang lain/kebenaran bukan hanya milik kita tapi juga dapat berasal dari orang lain).
Juga, paham yang didasari dengan kecurigaan atau pertimbangan egois dapat membuahkan luapan emosi dan amarah yang jauh dari kebaikan. Paham yang dianut Hitler dengan Ras Aria – nya membuktikan bahwa paham yang salah = awal kehancuran. Sebab tidak didukung argumentasi,logika dan kebenaran!. Dalam keseharian amat sulit menyelesaikan persoalan yang didasari dengan curiga (apalagi demi gengsi atau kuasa). Belum apa-apa yang terbayang dalam benaknya hanya “dia salah”; asumsi seperti ini = pemicu konflik. Kadang-kadang tanpa didasari ia diboncengi rasa curiga = kendaraan syaitan yang merasuki jalan fikir kita. Karena itu, janganlah cepat-cepat curiga sebab dapat merusak pertimbangan dan akal sehat. #1#

READ  Yuk Datang, Akhir Pekan Ini Ada Campur Sari di Cagar Budaya Kesawan

Penulis : Sofa Ananda , S.Pd, M,Pd

Related Post