AKTUALONLINE.co.id MEDAN ||| Usai mendengar terlantarnya parking hub Kaldera Toba Nomadic Escape yang telah menelan anggaran sebesar Rp49 miliar, Lingkar Indonesia berencana akan melaporkan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) sebagai pihak yang bertanggungjawab atas proyek tersebut ke Kejagung RI.
Direktur Eksekutif Lingkar Indonesia, Tua Abel Sirait, Senin (24/7/2023) siang mengaku bahwa pihaknya telah mengantongi data-data terkait pembangunan dengan nama Parking Hub Lot CV-20. Saat ini, ia bersama timnya sedang menyusun fakta itu untuk menjadi bahan laporan.
“Gila kali memang proyek itu. Masyarakat yang mondar mandir ke Kaldera saja tidak tahu rupanya ada parking hub. Kami akan laporkan fakta ini,” tegas Abel, Senin (24/7/2023) siang.
Bahkan Abel curiga, Kemenparekraf Sandiaga Uno yang sudah sering ke Kaldera tidak tahu akan adanya parking hub yang saat ini tertutupi ilalang. Untuk itu, ia meminta pihak BPODT agar menjelaskan ke publik soal hasil proyeknya yang terlantar itu.
Berdasarkan data yang dimiliki Media Aktual Grup, proyek pembangunan parkir di Kaldera Toba Nomadic Escape bernama Parking Hub Lot CV-20 di bawah pengawasan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) sebagai bagian dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Tender tahap dikerjakan oleh CV. Inti Bumi yang berkantor di Jalan Hayam Wuruk No. 1 B Kalongan Purwodadi Grobogan Jawa Tengah, dengan direktur bernama Nunuk Juli Sufiati.
Pelaksana proyek tahap II adalah PT. Sangbuma Garuda Persada dengan kantor yang beralamat di Rukan Business Park Kirana Cawang Kav.48 Jalan DI Panjaitan A36 RT 008 RW 002 Kelurahan Cipinang Kecamatan Jatinegara Jakarta Timur. Meski kedua kontraktor tersebut telah dibayar lunas, dengan beberapa kali adendum, pekerjaan parking hub belum dapat digunakan.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Dirut BPODT, Jimmy Panjaitan yang dihubungi tim redaksi Aktual tidak memberikan komentar apapun terkait proyek terlantar di bawah pemantauan lembaganya tersebut. Sementara itu, humas BPODT, Gito Pardede mengatakan sudah melaporkan permintaan wawancara ke atasannya, dan meminta Aktual Media Grup untuk menunggu.
“Sabar aja bang. Apa yang abang minta aku sudah sampaikan ke pimpinan juga. Agar segera dijadwalkan. Kita mengerti bang. Namun aku tentu perlu menyiapkan orang yang pas untuk diwawancarai bang. Permintaan Abang tidak kami abaikan bang, karena kita kita juga harus pastikan orang yang diwawancarai memahami apa yang ditanyakan,” ungkap Gito, Minggu (23/7/2023) kemarin. ||| Prasetiyo




