Kantor Polda Sumut di Jalan Sisingamangaraja Medan dan gedung KPK Jakarta (dari kiri ke kanan). (Foto: Ist/Aktual Online)
AKTUALONLINE.co.id – Medan || Meski sementara ini masih bisa selamat dari tangkapan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan dialihkan ke Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor), namun kabar soal Kompol Ramli yang mengkoordinir unit 1, 2, dan 3 Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut tidak bisa dihempang.
Beberapa narasumber kepada Aktual Online mengungkap bahwa kabar itu sudah menjadi rahasia umum, apalagi sejak Kompol Ramli ditangkap karena terlibat dalam kasus dugaan suap Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp176 miliar Disdik Sumut.
“Unit 1,2,3 kan dia koordinir juga bang,” ungkap salah seorang narasumber yang meminta identitasnya disembunyikan, Senin (25/2/2025) siang.
Menurut narasumber itu, dengan melibatkan unit 1,2,3 Tipikor untuk diperiksa, maka akan menjadi tambahan data kuat bagi KPK untuk untuk menggali informasi bahwa praktek dugaan suap yang dilakukan Kompol Ramli telah lama terjadi.
Bahkan, aliran dana yang didapat oleh Kompol Ramli itu dikabarkan disetor kepada atasan.
“Setorlah dia bang. Siapa yang berani ngomong. Makanya tugas KPK lah bang. Kami memohon ikut diperiksa, diusut agar tuntas Unit 1,2, dan 3 oleh KPK,” harapnya.
Sementara itu, Kompol Ramli saat ini tidak bisa dihubungi. Apalagi, sejak akhir tahun 2024 lalu telah ditahan oleh Mabes Polri usai kena OTT lalu diserahkan oleh KPK.
Sementara Polda Sumut mulai dari Kabid Humas dijabat oleh Kombes Pol Hadi Wahyudi tidak mampu menutupi adanya personel Polda Sumut yang ditangkap. Sedangkan Plh Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Yudhi Pinem, tidak mampu menganalogikan rekanan bernama Topan yang sempat bertemu dengan Brigadir Bayu dan kemudian menjumpai Kompol Ramli sebelum penangkapan KPK.|| Prasetiyo
Baca juga berita terkait sebelumnya:
Topan Saksi Kunci Penangkapan 4 Personel Polda Sumut Bukan Pemerasan Tapi Dugaan Suap DAK Rp176 M
https://aktualonline.co.id/2025/02/21/topan-saksi-kunci-penangkapan-4-personel-polda-sumut-bukan-pemerasan-tapi-dugaan-suap-dak-rp176-m/




