AKTUALONLINE.co.id – Medan II Seorang laki-laki memakai jaket berwarna hijau dengan logo Kejari Belawan di dada kanan, tiba-tiba datang dan mengganggu jurnalis Aktual Media Grup yang sedang melakukan wawancara.
Pria yang awalnya dikira tim program Ekslusif merupakan seorang jaksa, menghentikan paksa liputan jurnalistik dengan cara memarkirkan sepeda motor maticnya di depan kamera dan menyuruh wartawan meminta izin sebelum wawancara, Jumat 7 Mei 2024 lalu di halaman parkir Pasar Marelan.
“Sini dulu. Abang mau buat apa. Saya kepala pasar di sini bang. Kalian konfirmasi ke saya dulu. Musyawarahkan dulu apa yang mau dibuat. Izin dulu ke saya. Orang saya yang di sini diamanatkan selaku kepala pasar. Ada aturannya, kulo nuwun dulu. Jumpai dulu saya. Pak, saya mau buat ini,” dikte pria yang belakangan mengenalkan diri bernama Abdul Rahim selaku Kepala Pasar (Kapas) Marelan kepada Jurnalis Aktual Online.
Abdul Rahim juga menuding Aktual Online sebagai media yang tidak berimbang dalam memberitakan soal kasus di Pasar Marelan karena langsung mewawancara Ali selaku Ketua Persatuan Pedagang Pasar Tradisional (P3TM) Marelan tanpa melibatkannya.
Padahal, saat itu tanya jawab kepada Ali juga baru dilakukan sehingga belum ada informasi yang dapat dikonfirmasi untuk perimbangan berita kepada PUD Pasar Kota Medan maupun Kapas Marelan.
Terkait pemberitaan Aktual Online soal pasar, khususnya Marelan yang tidak mendapat respon Dirut PUD Pasar Kota Medan Suwarno, Ibrahim menyatakan bahwa pengusaha kelapa itu tidak mengetahui apa-apa soal pasar.
“Mungkin Pak Warno menghindar dari konfirmasi karena ia tidak tahu persoalan,” ucapnya yakin.
Karena ngotot dan yakin menguasai persoalan, Kapas Marelan Abdul Rahim pun langsung diwawancara tim bersamaan dengan Ketua P3TM Pasar Marelan Ali. Namun, sangat disayangkan akhirnya meminta wawancara dengan dirinya dihentikan.
Bahkan, setelah mengatakan Dirut PUD Pasar Suwarno tidak paham persoalan, secara tidak langsung ia menegaskan bahwa dirinya juga tidak mengetahui seluk beluk pasar Marelan dengan mengatakan bahwa segala informasi pembangunan pasar Marelan hanya sebatas dengar-dengar.
“Jujur saja saya sebenarnya hanya sebatas mendengar berita, bukan langsung,” jelasnya.
Usut punya usut, jaket berwarna hijau berlogo Kejari Belawan yang dikenakan Kapas Marelan Abdul Rahim bukan sembarang dapat, melainkan karena sang istri bekerja di lembaga itu.II Prasetiyo




