Praktisi Hukum dan Aktivis Fahrul Rozi Harahap dan Kapolda Sumatera Barata Irjen Pol Gatot Tri Suryanta (kiri ke kanan) dengan latar belakang korban percobaan pembunuhan nenek Saudah. (Grafis: Tim Aktual Online)
AKTUALONLINE.co.id – Sumatera Barat || Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) Irjen Pol Gatot Tri Suryanta masih terus disorot tajam oleh publik. Kehadirannya ke rumah nenek Saudah yang merupakan korban percobaan pembunuhan imbas menolak tambang ilegal hanya sebatas formalitas dan laporan ke atas saja.
Berdasarkan waktu kejadian yang hampir genap satu bulan, Praktisi Hukum dan Aktivis Fahrul Rozi mengatakan harusnya Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta sudah dapat membawa aktor intelektual tambang emas ilegal yang nyaris membuat nenek Saudah meregang nyawa.
“Aduh, untuk apa datang Kapolda Sumbar ngapain kalau cuma bertamu, kalau cuma ngawani Andre Rosade saja. Kalau setingkat Kapolda, harusnya sudah bisa dia bawa aktor intelektualnya. Kalau tidak, bagus tidak usah datang. Malu lah,” cecarnya, Senin (19/1/2026) siang.
Lanjut Fahrul Rozi Harahap, meskipun nanti ada pelaku percobaan pembunuhannya tertangkap, namun hal itu belum cukup. Hati nenek Saudah akan lekas sembuh jika aktor intelektual di balik kejadian ini ditangkap.
Dalam kasus ini, Fahrul Rozi Harahap juga menilai Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta tidak akan berani menangkap aktor intelektual tambang emas ilegal di Pasaman. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya masyarakat penolak ditutupnya tambang emas ilegal membuat aksi secara terang-terangan namun tidak ditangkap.
Padahal, dengan menangkapi orang-orang tersebut, histori lengkap dengan aktor intelektual tambang emas ilegal di Pasaman akan terungkap jelas. Jika tidak mampu maka Fahrul Rozi Harahap menyarankan Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta mundur dari jabatannya dibanding dicopot oleh Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.
“Ada yang mengaku menjadi penambang emas ilegal tidak ditangkap, ada yang buat aksi menolak tambang emas ilegal tidak ditangkap. Jadi tugas polisi apa, cuma liat-liat saja. Apa memang Kapolda Sumbar ikut mendukung tambang emas ilegal ini. Kalau tidak mampu mundur saja bapak daripada dicopot,” kejar Fahrul Rozi Harahap.
Hingga berita ini diterbitkan, Kapolda Sunbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta belum juga mau memberikan komentar terkait persoalan nenek Saudah dan tambang emas ilegal di Pasaman.|| Prasetiyo




