AKTUALONLINE.co.id – Medan II Kasus penangkapan juru parkir hingga keterangan-keterangan soal parkir konvensional di media massa langsung disenyapkan. Sementara itu Kadishub Kota Medan Iswar Lubis memilih bungkam dari kejaran pertanyaan Aktual Online selama ini.
Meski begitu, publik tidak bisa dikecoh soal alasan penerapan e-parking dan alasan kebocoran PAD dari parkir yang selama ini dikemas cantik oleh alumnus doktoral manajemen dari Universitas Prima Indonesia (UNPRI) itu.
“Sempat terkecoh lah publik. Cantik permainan Iswar ini. Tapi, publik jangan senang, mau dikasih parkir gratis atau mau ditaruhnya e-parking itu kedok. Kalau benar, kenapa sekarang bungkam. Atau memang disenyapkan,” cibir Sekretaris Lingkar Indonesia Arnold Marpaung, Senin (13/5/2024) sore.
Arnold Marpaung juga menaruh curiga atas terjadinya kebocoran PAD Parkir yang kemudian dituduhkan kepada tukang parkir dengan pembayaran konvensional. Sebagai pemantau, fakta yang dibeberkan Aktual tentang pelegalan pungli adalah benar dan harus diusut.
Arnold Marpaung juga heran, pegawai Dishub Kota Medan yang dibekali surat tugas tidak pernah sama sekali muncul untuk mengawasi para jukir sebagaimana yang diamanatkan dalam mandat kerja mereka. Yang ada, para jukir menyetor kepada pihak ketiga yang tidak diikat dalam hukum perjanjian.
“Jadi kita heran. Jukir ditangkapi, polisi ikut membantu. Kenapa bukan Iswar Lubis yang ditangkap duluan. Periksa dia,” cecarnya.
Didiamkannya kasus tersebut, bagi Arnold Marpaung bukan berarti dapat menutupi atau menghentikan kesalahan yang telah dibuat Iswar Lubis.
Jika Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution komit dengan janjinya untuk memberantas pejabat yang main-main dengan anggaran, maka ia meminta agar Iswar dicopot dari jabatannya sebagai Kadishub Kota Medan serta memberi lampu hijau Kejari Medan untuk memeriksa.
Diketahui, Iswar Lubis juga pernah terseret dalam kasus suap mantan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dan mengaku dalam persidangan di ruang Cakra Utama PN Medan tahun 2020 mengaku memberikan Rp200 juta kepada Dzulmi Eldin sebagai bekal ke Jepang.
Iswar Lubis sendiri hingga saat ini tidak mau melayani konfirmasi yang dilakukan Aktual Media Grup kepadanya.II Prasetiyo




