Today

Gelombang Salam Jari 4 Muncul di Sumut

Prase Tiyo

AKTUALONLINE.co.id – Medan II Gelombang salam jari 4 muncul di Provinsi Sumatera Utara untuk mengalahkan pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto – Gibran Raka Bumingraka.

Gerakan sadar untuk mengawal proses demokrasi dalam Pemilu 2024 tanpa kecurangan ini dideklarasikan secara terbuka oleh Korwil Pusat Monitoring Politik Hukum Indonesia (PMPHI) Sumut, Gandi Parapat dan Senior GAMKI Sumut, Suwandi Purba.

Meski mengaku bukan sebagai timses maupun tim kampanye dari Paslon 01 dan 03, keduanya mengaku memiliki tanggungjawab untuk mencerdaskan masyarakat memilih Presiden.

“Sudah capek kita dibodoh-bodohi. Kali ini jangan lagi. Memilih pemimpin itu bukan karena kita tengok di medsos bagus, pande joget, pura-pura sedih karena kena serang saat debat. Kami di Sumut juga butuh makan, butuh sekolah, bukan cuma bansos diperbanyak dan kehidupan masih terancam. Saya tetap pilih Anies Baswedan,” ungkap Gandi Parapat, Kamis (1/2/2024) pagi.

Secara terbuka, Gandi Parapat mengaku bahwa aksi salam jari 4 ini juga diperkuat dengan fakta sejarah bahwa antara keluarga Soekarno dan Baswedan memiliki hubungan erat saat memperjuangkan kemerdekaan. Wajar, perbedaan ideologi partai antara paslon 01 dan 03 saat ini dikesampingkan demi tujuan luhur para pahlawan kemerdekaan.

“Baca sejarah, dan beberapa waktu lalu juga saya menyimak pernyataan Mantan Menhut, MS Kaban dengan Aktual Online yang mengungkap fakta ini. Saya pikir benar, sekarang bukan saatnya berkelahi, tapi menyatu demi mengalahkan pihak-pihak yang ingin meruntuhkan demokrasi. Jangan tunggu putaran kedua, sekarang bergerak,” tegas Gandi Parapat.

Sementara itu, Senior GAMKI, Suwandi Purba sepakat dengan penjelasan Gandi Parapat. Melalui gerakan yang sudah mereka lakukan ini, ia mengajak seluruh masyarakat bergerak untuk melawan kecurangan, serta tanpa takut mengungkapnya ke publik.

READ  ‎Lewat Kasus TPL Ephorus Dinilai Tidak Percaya Doa dan Tuhan, Gandi Parapat: Tanggalkan Jubahmu

“Mari kita bergerak bersama. Tidak ada yang mengkoordinir, tapi cukup kesadaran kita. Kalau mau berubah, kita bangkit dan lawan kecurangan,” imbaunya.II Prasetiyo

Related Post