AKTUALONLINE.co.id MEDAN |||
Koalisi Pemerhati Indonesia Raya (KAPIR) mendesak Pemprov Sumut menggeruduk kantor Kejatisu dan PDAM Tirtanadi, dengan membentangkan spanduk bertuliskan copot Dirut PDAM Tirtanadi terkait dugaan penyalahgunaan dana Rp73,2 miliar.
Orator KAPIR, Michael Halomoan Harahap merincikan bahwa Pemprov Sumut melalui APBD tahun anggaran 2018, telah mengucurkan anggaran sebesar Rp73,2 miliar ke PDAM Tirtanadi. Namun, hingga saat ini dana tersebut tidak digunakan.
“Copot Dirut PDAM Tirtanadi, Kabir Bedi. Kasusnua saat ini sedang di proses oleh Kasi C Pada Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, mana kelanjutan kasusnya,” teriaknya, Kamis (26/10/2023) lalu.
Lanjut Michael, pihaknya juga mendapat informasi bahwa Kejatisu telah melakukan pemanggilan terhadap Kepala Unit Proyek, Qomaruddin, Selasa 15 Agustus 2023 sekitar pukul 10.00 WIB. Untuk itu, ia mengingatkan agak Kejatisu untuk konsisten menegakkan hukum dan secepatnya menuntaskan persoalan dugaan korupsi Rp73,2 miliar di PDAM Tirtanadi.
“Kami mendapat Informasi bahwa Kejatisu melakukan lermintaan keterangan kepada saudara Qomaruddin yaitu Kepala Unit Proyek lada PDAM Tirtanadi pada hari Selasa, 15 Agustus 2023 Pukul 10.00 Wib bertemu dengan Kasi C Intelijen Kejatisu,” katanya.
Setelah satu jam berorasi, massa aksi diterima oleh Elisabeth, SH selaku Staf Kejatisu, dan menegaskan bahwa tim dari Kejatisu sedang melakukan penyidikan namun belum sampai kesimpulan. Terkait kasus IPA dihentikan penyidikannya karena tidak memenuhi unsur.
“Namun kenapa proyeknya masih belum dilanjutkan silahkan koordinasi dengan pihak PDAM Tirtanadi Sumut,” ujarnya
Setelah diterima oleh Elisabeth, SH Staff Kejatisu peserta Aksi melanjutkan demo ke Kantor Pusat PDAM Tirtanadi Sumut. Sesampainya di sana, massa sempat terjadi kejar-kejaran dengan kepolisian karena aksi bakar ban bekas.
Peserta Aksi dalam orasinya mengatakan bahwa pihaknya mengingatkan PDAM Tirtanadi agar terus bekerja secara maksimal dan manfaatkan anggaran yang ada, guna meningkatkan mutu air bersih serta memperluas jaringan pipa distribusi, bukan menganggurkan dana cukup besar.
“Perlu menjadi catatan bagi PDAM Tirtanadi, sampai saat ini masih banyak kawasan di seputaran Kota Medan masih kekurangan air, bahkan banyak yang tidak terjangkau pelayanan air bersih, sehingga alangkah baiknya dana penyertaan modal itu dimanfaatkan membangun jaringan serta penambahan pasokan air,” teriak orator.
Ditambahkannya pula bahwa PDAM Tirtanadi seharusnya bisa menjadi leading sektor terhadap jaminan ketersediaan air bersih di Sumut, meskipun pelayanan jaringan yang dimiliki belum tersedia di seluruh kabupaten/kota.
Massa aksi diterima oleh perwakilan PDAM Tirtanadi Ir. Humarkara Ritonga selaku Direksi Adm. Keuangan, Dicky Anggara sebagai Kadiv Sekper dan Sahril sebagai Kadiv Keuangan. Massa diajak berdialog di ruang rapat lantai II PDAM Tirtanadi.
Menurut pihak PDAM Tirtanadi, proyek IPA Sunggal bukannya dihentikan tapi belum dimulai, proyek IPA Deli Serdang saat ini sedang persiapan untuk dilaksanakan. Untuk proyek di Pancur Batu memang sengaja di hentikan karena dianggap gagal.
Setelah Perwakilan Massa Aksi selesai di terima oleh Manajemen PDAM Tirtanadi Sumut, massa aksipun membubarkan diri.||| Red




