Aktualonline.co.id-DeliSerdang
Kejahatan warisan yang terjadi di dinas pendidikan Deli Serdang setiap tahunnya makin parah saja
Kali ini ratusan proyek mck di dinas pendidikan Deli Serdang di boyong ke Medan dan anehnya proyek tersebut di jual seharga 22 persen.
Tentu saja, pungli ini sangat bertentangan dengan program bupati Asriludin Tambunan yang anti dengan pungli padahal hingga kini anggaran pemkab Deli Serdang belum di ketuk oleh DPRD akan tetapi voucher proyek sudah beredar.
Menurut salah satu pemborong inisial AH yang ditemui aktual online.co.id disalah satu mall di kota Medan beberapa hari yang lalu membenarkan adanya penjualan proyek di dinas pendidikan Deli Serdang dan ironisnya mereka itu jual 22 persen dan uang depan 7 persen.” Gimana potongan begitu besar dengan mutu dan kwalitas kerjaan apa gak asal jadi aja nanti.” Bilangnya
Sebagai rekanan pihaknya sangat bingung dengan potongan begitu besar apakah bupati itu tau dengan kejadian seperti ini kan kalau gak salah bupati ini anti pungli bayangkan aja oknum ASN yang bermain 1000 perak aja dia periksa apalagi kayak begini gak tau lah dan kami para rekanan hanya bisa tersenyum aja dengan harga bandrol gila gilaan dan kami juga meminta kepada penegak hukum agar segera melakukan cek and ricek atas hal ini karena bisa bisa Deli Serdang bakal hancur akibatnya penjualan proyek yang seperti ini dan meminta bupati Asriludin Tambunan agar menurunkan tim untuk melakukan audit atas proyek tersebut .” Gimana proyek mau bagus di kerjakan estimasinya uang haram 22 persen , ditambah pajak ,PPH dan PPM 12 persen ini aja sudah 34 persen jadi keuntungan pemodal 15 hingga 20 persen total seluruhnya 54 persen berakti melanggar undang undang jasa kontruksi yang berlaku di seluruh Indonesia berakti pekerjaan hanya 46 persen gimana gak rusak.” Terang pemborong yang di dampingi salah satu ketua asosiasi Deli Serdang yang minta namanya gak di sebutkan .
Mungkin, pantas aja ketua DPRD Deli Serdang gak mau mengetok pembahasan KUA karena mereka sudah mengetahui akan hal ini bahwa adanya indikasi mark up pada proyek tersebut.
Agar terjalin ke harmonisan antara bupati Deli Serdang dan ketua DPRD sebaiknya mereka duduk bersama dan membentuk tim untuk mengevaluasi seluruh anggaran yang ada di pemkab Deli Serdang agar tercipta programnya president Prabowo Subianto untuk melakukan efisiensi anggaran.
Namun sayangnya hingga berita ini diturunkan sekretaris Dinas pendidikan Deli Serdang, Jumat (11/7/2025) Yusnaidi M.Pd saat ditemui di ruangan menurut stafnya sedang keluar begitu juga dengan pesan whatsapp hingga kini belum juga di balas maupun ditanggapi.gom




