Jaksa aktif bidang intelijen Kejatisu Junio (pakai baju batik), saat mengawal pernikahan ke-3 bos mobiler Abdul Rohim Harahap 11 Januari 2024 sila di Regale International Convention Centre.(Foto: Ist/Aktual Online)
AKTUALONLINE.co.id – Medan || Meski belum jadi ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Situasi genting yang menyeret nama bos mobiler Abdul Rohim Harahap dalam kasus Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp176 miliar Disdik Sumut penangangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak membuat rencana pernikahan jilid ke-3 nya buyar.
Abdul Rohim tetap berhasil melangsungkan ijab dan resepsi pernikahannya dengan NP pada 11 Januari 2025 di Pavilion Ballroom Regale International Convention Centre dengan pengawalan jaksa.
Penelusuran yang dilakukan Aktual Online, ada jaksa aktif di bidang intelijen Kejatisu bernama Junio menjadi penanggungjawab untuk keseluruhan keamanan saat persiapan hingga acara selesai diselenggarakan.
Status jaksa aktif bidang intelijen Kejatisu ini juga dipertegas oleh Pelaksana Harian Kasi Penkum Kejatisu M. Husairi berdasarkan foto yang ditunjukkan Aktual Online.
“Ya benar itu Junio,” Minggu (5/10/2025) kemarin.
Menariknya, bukan hanya Junio saja. Idianto yang saat itu menjabat sebagai Kejatisu juga menjadi saksi di pernikahan Abdul Rohim Harahap tersebut.
Tentu saja, pengawalan ketat dari kejaksaan ini menjadi menarik, karena tidak adanya hubungan kekerabatan antara Idianto maupun Junio dengan bos mobiler Abdul Rohim Harahap.
Kedekatan Abdul Rohim Harahap dengan Idianto dikenal publik lewat berbagai urusan proyek pengadaan mobiler di Sumatera Utara. Pekerjaannya diduga jatah milik oknum jaksa dan yang menangani adalah Abdul Rohim Harahap. Termasuk proyek pengadaan alat peraga dari DAK Rp176 miliar Disdik Sumut yang menjadi target operasi KPK lalu tenggelam usai intervensi kepolisian.
Meski nama Idianto tidak sempat terseret-seret dalam kasus DAK Rp176 miliar, Kejagung telah terlebih dahulu melakukan pemecatan dari posisinya sebagai Sekretaris Badan Pemulihan Aset karena terlibat dalam kasus proyek jalan di Sumut.
Hingga berita ini diterbitkan, Idianto sendiri belum dapat dihubungi lantara nomor selulernya nonaktif. Aktual Online juga masih mencari keberadaan Abdul Rohim Harahap untuk diwawancara. Pasalnya, pascamenikah ketiga kali serta kena gugat istri keduanya, pemilik merek Roha itu bak ditelan bumi.
Diketahui, KPK mati suri dalam kasus DAK Rp176 miliar Disdik Sumut yang mereka tangani karena berhadapan dengan pihak Mabes Polri. Orang yang telah ditangkap lalu diperiksa direbut kepolisian dan kasusnya beralih menjadi sebuah peristiwa pemerasan. Dan membuat nama besar lembaga anti rasuah tenggelam meski telah bekerja keras memeriksa ratusan kepala sekolah, pejabat Disdik Sumut hingga pejabat Polda Sumut.
Jubir KPK Budi Prasetyo yang dihubungi Aktual Online juga belum berkenan menjawab soal penanganan kasus mereka dalam surat Sprint. Lidik-64/Lid.01.00/01/11/2024 tanggal 6 November 2024.
Akibatnya pejabat utama dalam kasus ini Abdul Haris Lubis pensiun tenang sebagai Kadisdik Sumut, Kompol Ramli Sembiring dan Topan Siregar diciptakan isu DPO, serta Abdul Rohim Harahap berhasil menikah untuk ketiga kalinya.|| Prasetiyo




