Today

Anggaran Tak Disahkan, Milyaran Proyek Dikerjakan Penegak Hukum Di Deli Serdang Mati Suri Dampak Kekenyangan

GOM SIRAIT

 

Aktualonline.co.id- DeliSerdang
Egois dan munafik serta menyengsarakan rakyat dan merusak perekonomian itu yang dilakukan bupati Deli Serdang serta ketua DPRD kepada warga Deli Serdang yang memilih mereka menjadi pejabat di kabupaten ini.
Bagaimana tidak, akibat keduanya sama sekali tak peduli masyarakatnya akhirnya pembangunan di kabupaten ini terhambat dampak pengesahan P APBD Deli Serdang 2026 batal disahkan.
Keputusan ketua DPRD Deli Serdang tidak mengesahkan anggaran tersebut karena adanya pergeseran sebanyak 503 milyar yang berada di mata anggaran bencana alam yang kini diketahui anggaran tersebut kini sudah di gunakan untuk proyek yang di miliki oleh para mafia ” pejabat” yang bermain di balik jabatannya dengan meminjam perusahaan orang lain dan sebaliknya bupati tidak mau atau tak segera merealisasikan apa yang menjadi kemauan para legislatif tersebut dan berusaha menutup adat istiadat yang selama ini terjadi di Deli Serdang yaitu proyek mahar.
Menurut Erwinsyah yang merupakan tokoh masyarakat mengakui kepada aktualonline.co.id, kemarin bahwa batalnya pengesahaan anggaran tersebut selain melumpuhkan roda perekonomian masyarakat juga pada pembangunan akan tetapi langkah yang diambil ketua DPRD Deli Serdang tersebut membuktikan bahwa ia menyelematkan uang rakyat yang digunakan untuk pemakaian yang tak jelas.” Saya yakin langkah tersebut diambilnya mengingat adanya praktek mafia di dalam pemakaian anggaran tersebut sehingga dengan beraninya Pemkab Deli Serdang menambah anggaran di mata anggaran bencana alam padahal selama satu tahun ini yang namanya bencana alam sekala besar ataupun yang sempat menjadi perhatian publik tidak ada sama sekali.” Bebernya
Jadi, harusnya komisi pemberantasan korupsi (KPK) jangan paok atau bodoh produk KKN yang terjadi di Deli Serdang beda dengan yang ada di kabupaten maupun kotamadya akan tetapi di sini permainan proyek agar uang tidak beredar namun harus jeli dan bekerja guna menangkap para tikus tikus yang bermain itu.
Hal senada juga diungkapkan Sabirin yang merupakan tokoh pemuda dan mantan pemborong  mengakui bahwa saya bingung begitu gegernya yang terjadi di kabupaten ini akan tetapi para penegak hukumnya hanya diam saja sehingga muncul dugaan bahwa penegak hukum di Republik ini mati suri atau Deli Serdang ini bebas korupsi.” Gawat penegak hukum sudah kenyang mereka makanya sekarang mereka hanya tidur saja.” Ungkapnya dengan nada kesal.
Selain itu juga, ayah 2 anak ini melihat bahwa pergeseran anggaran ternyata benar apa yang di lihat dilapangan bahwa anggaran tersebut kini sudah di geser ke proyek yang diketahui proyek itu kini banyak dikuasai orang orang besar seperti oknum anggota DPRD Deli Serdang , pejabat yang ada di Pemkab Deli Serdang dan lainnya
Saat di singgung aktual online.co.id tentang oknum anggota DPRD Deli Serdang yang main proyek dan apakah mereka ada sebagian berada di waktu adanya konprensi pers yang dia adakan DPRD tersebut, pria berkulit sawo matang ini dengan nada senyum mengatakan ada beberapa orang dan kini mereka mulai kebingungan akibat proyek yang di dapatnya ada sebagian di jual ada sebagian lagi dikerjakan sehingga mau tak mau suka dan tak suka penekanan dilakukan kepada ketua DPRD Deli Serdang demi menyelematkan proyek tersebut.” Duitkan sudah ratusan juta mereka ambil dari rekanan sekarang lihat aja apakah proyek tersebut di bayar Pemkab atau gimana mengigat anggaran kan gak di sahkan dan drama apa lagi akan terjadi di Deli Serdang dan mungkinkah Pemkab yang katanya sudah mengantongi izin pemakaian anggaran dari Mendagri sebagai dasar mereka melakukan pembayaran terkait pelaksanaan proyek yang terjadi dan malah sebaliknya timbul proyek swakelola jilid 2 lagi .” Tandansya.gom
READ  Personel Polres Labuhanbatu Amankan Rapat Pleno di PPK Kec. Pangkatan

Related Post