AKTUALONLINE.co.id MEDAN ||| Koorwil Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumut, Gandi Parapat geram kasus sport centre tidak selesai, meskipun Presiden Joko Widodo telah bolak-balik ke Sumut dan menghabiskan banyak uang. Tetap saja, kesalahan yang terkuat dalam proyek PON 2024 itu terus ingin dikaburkan.
“Bapak presiden Jokowi untuk apa datang-datang ke Sumut seperti tidak ada gunanya menghabiskan uang dan merepotkan pejabat Sumut. Seharusnya dengarlah keluhan masyarakat bagaimana lahan Sport Center, tolong berikan pencerahan kepada masyarakat bahwa pembelian atau penerimaan uang Rp152 M dari Pemprovsu ke PTPN II dengan tanah 300 Ha,” tegasnya, Jumat (25/8/2023) siang.
Agar kunjungan Presiden Jokowi ke Medan nampak bermanfaat, Gandi meminta agar orang nomor satu di Indonesia itu mampu menjelaskan alas hak lahan yang dibeli Pemprov Sumut dan tidak mampu dijelaskan oleh Pemprov Sumut. Terlebih soal tidak berfungsinya lembaga KPK, Menkopolhukam dan Kejaksaan terhadap laporan dari masyarakat Sumut.
Gandi tidak ingin di akhir masa jabatan, Presiden Jokowi dipandang hanya mampu hadir saat kegiatan peresmian saja, namun lemah terhadap tuntutan masyarakat, khususnya korban dari pembangunan yang terjadi.
“Kalau tidak ada manfaatnya bagi masyarakat, buat apa datang. Mohonlah kalau bapak Presiden datang ke Sumut beri penjelasan kepada masyarakat yang ingin mengetahui kejelasan tanah Sport Center 300 H dibeli dari PTPN II yang katanya tidak pernah ada HGU. Kalau bapak mau memberi penjelasan pasti sangat bermanfaat kehadiran bapak Presiden ke Sumut,” tutupnya. ||| Prasetiyo




