AKTUALONLINE.co.id MEDAN ||| Belum lagi selesai soal keabsahan alas hak lokasi sport centre, kini tersorot pula perkara proyek pematangan lahan tahun 2021 senilai Rp16,4 miliar yang masih tanda tanya lokasi pengerjaannya. Pasalnya, dari 300 Ha lahan yang diklaim oleh Pemprov Sumut, kelompok tani di sana mengaku yang dikerjakan adalah pembuatan drainase, dan penimbunan untuk pembuatan gapura dan pos pengamanan. Itupun tanah yang diambil merupakan hasil kerokan dari lokasi sekitarnya.
Tidak perduli masih bersoal di pengadilan, kini sedang penyelesaian pembangunan venue dan stadion utama tampak tergesa dan ditutup-tutupi. Pihak PT. PP dengan pengawalan puluhan Satpol PP diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengukuran dan kabarnya, lokasi sport centre akan dimatangkan ulang. Sekretaris Kelompok Tani Sejahtera Deli Bersatu (KTSDB), Pahala Napitupulu, Sabtu (25/3/2023) pagi kepada www.aktualonline.co.id, menduga Dispora Sumut ingin menghilangkan bukti pematangan lahan yang mereka lakukan.
“Kenapa buru-buru kali bos dikerjakan. Jangan berkedok untuk PON 2024 lah, atau atas nama rakyat. Saat ini tanahnya masih berperkara di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam. Bukti sudah jelas, SK 10 itu tidak bisa jadi dasar jual beli, artinya tanah bukan punya PTPN II. Kalau memang benar, santai saja. Ikuti proses hukum. Kan kalian yang mengajarkan masyarakat patuh hukum. Dan kami juga tanda tanya, ada uang Rp16.4 miliar kemaren untuk pematangan lahan, lahan yang mana. Kami jadi curiga pekerjaan sekarang hanya menutupi pematangan lahan yang kemarin,” papar Pahala.
Hasil investigasi Tim Ekslusif Aktual Media Grup di lokasi yang diklaim sebagai sport centre, tidak ada satupun anggota kelompok tani yang melihat bahwa pematangan lahan dengan anggaran Rp16.441.256.664,34 benar dilakukan. Jauh sebelum tanah pertanian mereka direbut paksa Pemprov Sumut, tanah tersebut memang sudah matang. Hanya saja, terdapat lebih dari kolam dengan kedalaman bervariasi, mulai 5, 9, hingga 10 meter. Jika proyek sport centre dilanjutkan, mungkinkah kolam tersebut ikut dimatangkan.
Sementara itu, Kadispora Sumut Baharudin Siagian melalui Sekretarisnya Ismail yang dikonfirmasi www.aktualonline.co.id melalui WhatsApp tidak mau memberikan jawaban apapun terkait pematangan lahan yang mereka lakukan, meskipun pesan telah ceklis biru dua.||| Prasetiyo
Editor : Pras




