Today

Dukung Diktisaintek Berdampak, Kemdiktisaintek dan BPKH Gandeng Tangan Perkuat Riset hingga SDM

Alfin Sirait

AKTUALONLINE.co.id – Jakarta ||| Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi memperkuat sinergi kelembagaan bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Kolaborasi strategis ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Kesinergisan Pelaksanaan Tugas dan Fungsi dalam ajang International Hajj Fund Forum (IHFF) di Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Prosesi penandatanganan dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek Badri Munir Sukoco yang hadir mewakili Menteri Diktisaintek, bersama Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah.

Sesjen Kemdiktisaintek Badri Munir Sukoco menegaskan, kerja sama ini merupakan wujud nyata dari semangat “Diktisaintek Berdampak”. Melalui kolaborasi lintas sektor ini, dunia pendidikan tinggi, sains, dan teknologi didorong untuk memberikan kontribusi riil melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM), pemanfaatan hasil riset, serta hilirisasi inovasi.

”Potensi keilmuan dan teknologi diharapkan semakin terhubung dengan kebutuhan kelembagaan dan pelaksanaan program strategis di Kementerian Haji dan Umrah maupun BPKH,” ujar Badri, seperti yang dikutip Aktual Online, Jumat (16/10/2026) dari laman www. kemdiktisaintek.go.id.

Enam Poin Strategis Kerja Sama

Penandatanganan MoU ini menjadi pijakan strategis bagi kedua lembaga untuk mengoptimalkan potensi internal, memperkuat tata pengelolaan, serta mengawal program prioritas nasional. Ada enam ruang lingkup utama yang disepakati:

  1. Pengembangan Kapasitas SDM: Peningkatan kompetensi dan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.
  2. Pertukaran Data: Penyediaan, pertukaran, dan pemanfaatan data atau informasi lintas lembaga.
  3. Pemanfaatan Sarpras: Optimalisasi penggunaan sarana dan prasarana bersama.
  4. Riset & Inovasi Berkelanjutan: Pelaksanaan penelitian/kajian bersama serta penerapan hasil riset berbasis teknologi.
  5. Diseminasi Informasi: Publikasi dan sosialisasi program kepada masyarakat luas.
  6. Sinkronisasi Kebijakan: Dukungan dan penyelarasan kebijakan strategis antarlembaga.

Dorong Integrasi Lintas Sektor

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf turut menggarisbawahi krusialnya kemitraan antarlembaga. Menurutnya, koordinasi operasional yang kuat, pertukaran data yang akurat, serta mekanisme kerja yang terintegrasi menjadi kunci utama dalam menghadirkan pelayanan terbaik.

READ  Hingga Hari ke-3, 42.151 Masyarakat Tercatat Ikuti Polling Pemilihan Logo HUT ke-81 RI

Sinergi antara Kemdiktisaintek dan BPKH ini diharapkan tak hanya memperkuat tata kelola pengelolaan dana haji, tetapi juga membawa kemaslahatan dan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.|||Red

Related Post