Today

Otak Pelaku Di Balik Penyerangan Kader Gemoy Ketakutan ” Paksa ” 34 Anggota DPRD Penghianat Buat Konprensi Pers

GOM SIRAIT

Aktualonline.co.id – Deli Serdang
Ternyata keterlibatan Kuat dugaan bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan untuk menggulingkan ketua DPRD Deli Serdang Zaki Shahri yang merupakan kader militan partai Gerindra mulai terungkap.
Pasalnya, 34 anggota DPRD Deli Serdang yang terlibat di dalam mosi tidak percaya kepada 4 pimpinan legislatif tersebut kembali melakukan konprensi pers di rumah makan resto budaya yang berada di Tanjung morawa,kamis (15/10/2026)  serta dugaan di  biayai memakai anggaran kabag umum Pemkab Deli Serdang.
Tentu saja, heran nya lagi jadwal konprensi pers tersebut di lakukan sejalan dengan rapat kerja DPRD Deli Serdang yang dilaksanakan di hotel wing selama 3 hari yang di mulai kamis, (15/10l1026 dan berakhir Sabtu (17/10/2026).
Adanya kesamaan waktu,  tentu saja bukan sekedar ketepatan ataupun kebetulan akan tetapi ada yang bermain di balik layar seakan akan dia tidak terlibat dengan pengeroyokan yang dilakukan terhadap kader Gerindra tersebut.” Dia kira film yang dia mainkan itu film baru ternyata bergaya zaman dulu.” Ungkap pria yang berbadan buntal saat itu berada di acara konprensi pers tersebut.
Dikatakan pria yang konon beristri tiga ini, bahwa ketakutan orang nomor satu di Deli Serdang mulai muncul saat aktualonkine.co.id mulai menelusuri alasan ke 34 anggota DPRD Deli Serdang melakukan dan mengirim surat terhadap kantor DPP Gerindra serta Golkar yang ada di Jakarta serta aksi demo ke kantor DPD Gerindra Sumut terkait batalnya pengesahaan anggaran P APBD Deli Serdang 2026.
Ia juga berkesimpulan bahwa, perseteruan tersebut bukan karena soal batalnya pengesahaan anggaran  itu akan tetapi berawal saat bupati hendak mengambil ” paksa ” ketua Gerindra Deli Serdang dari tangan ketua DPRD.” Dia kecewa berat karena lobi tingkat pusat sudah dilakukan akan tetapi ternyata gagal taulah Abang gimana sikap bupati ini apa yang dia inginkan harus terwujud tapi gagal makanya sekenario ke dua dilakukannya .” Sebutnya
Bermodal pemilik anggaran, siasat dilakukan dengan melakukan kongkalikong terhadap beberapa oknum anggota DPRD  yang bermental ” maling ” dan memberikan ratusan milyar  jumlah proyek akan tetapi pembayaran dilakukan saat P APBD di setujui ketua dewan dan kordinator Banggar.
Setelah siasat dilakukan, selanjutnya paket proyek mulai dikerjakan walau saat itu, pembahasan P APBD belum dilakukan sehingga sewaktu terjadi pembahasan banggar ternyata ada tenuan penambahan anggaran di mata anggaran bencana alam yang jumlah kenaikan siknifikan sebanyak 503 milyar.
Karena ada temuan kenaikan itu, selanjutnya pengesahaan P APBD batal dilakukan berdampak bagi pekerjaan dan pembayaran kepada wakil rakyat itu.’ ini gawat bang apabila tak di bayar maka tagihan dan desakan kepada oknum anggota dewan akan dilakukan para rekanan yang sudah membeli proyek yang mereka dapat.” Ungkapnya
Karena tak aga jalan keluar lagi mau tak mau mereka harus melakukan penekanan kepada pimpinan sendiri dengan berbagai cara dilakukan agar ketua DPRD Deli Serdang mau mengesahkan anggaran tersebut.” Ketua dan banggar pasti mereka sudah tau siapa sebenarnya sutradara ini semua .” Bilangnya
Sementara itu, praktisi hukum Harianto Sinaga SH mengakui bahwa somasi yang dilayangkan oknum anggota dewan tersebut sesuai aturan sangat tak layak dilakukan dan melanggar aturan
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 (UU MD3)  Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018, Pimpinan DPRD hanya bisa diberhentikan atau diganti apabila meninggal dunia, atau permintaan sendiri dan diberhentikan dengan syarat pimpinan tersebut melanggar sumpah,/ janji jabatan,melanggar kode etik serta berdasarkan putusan pengadilan.dan kalau mereka melaporkan ataupun membuat mosi tidak percaya harusnya mereka itu menyurati ke badan kehormatan (BK) bukan seperti ini.
Selain itu , apakah perbuatan ketua dewan ini melanggar hukum apa yang dia langgar dan harusnya sebagai anggota dewan mereka itu harus taat sama pimpinan mereka dan malah taat sama bupati ini kan sepertinya ada Udang di balik bakwan.* Ini aneh tapi nyata ternyata di dalam surat mosi yang dilayangkan oknum dewan itu ada pula 3 oknum dewan. yang satu partai dengan ketuanya malah ikut menolak sudah gila ini kalau saya, sudah aku penggal.” Imbuhnya sambil tersenyum senyum.
Adapun ke 34 anggota DPRD Deli Serdang yang melakukan mosi tak percaya kepada 4 pimpinan DPRD Deli Serdang yaitu :
M.Adami Sulaiman (fraksi PPBI)
T.Sofyan A ( fraksi PPBI)
Herti sastra Br Munthe ( PPBI)
MHD Darbani Munthe (PPBi)
Syarifudin nst (PkS)
Dwi Andi Syaputra (PKS)
Abdul Rahman (PKS)
Andi Baso (PKS)
Chairuddin (PKS)
Hakim Keiat (Demokrat)
Mery Afrida br Sitepu (Demokrat)
Ikhwanul Ismar (Demokrat)
Gonodro (Demokrat)
Mhd Hasan(PKB)
Purwaningrum (PKB)
Rahmadsyah (PKB)
Indra Silaban (PDI P)
Nico (PDI/
Efrans Widodo Guru Singa (PDIP)
Timur Sitepu (PDI P)
Amit Damanik (PDI P)
Antony Napitupulu (PDI P)
Marim Sitepu (Gerindra)
Paian Purba (Gerindra)
Mhd Ali  (PAN)
Benyamin (Golkar)
Wahyu Danin (PAN)
Nusantara Tarigan ( Nasdem)
Aldi Hidayat ( Nasdem)
Misdianto (Nasdem)
Tubagus Nurul Amin (Nasdem)
Rahmad  (Golkar)
Siswo Adi Suwito (Golkar)
READ  Il Ruolo delle Piattaforme di Gioco Responsabile nel Mondo del Gaming Online

Related Post