AKTUALONLINE.co.id – Jakarta || Ancaman bencana hidrometeorologi kering makin mengkhawatirkan menyusul meluasnya kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan di berbagai wilayah Indonesia. Fenomena El Nino yang memicu lonjakan suhu ekstrem kini menjadi perhatian serius pemerintah pusat maupun daerah dalam memperketat kesiapsiagaan darurat.
Berdasarkan laporan terkini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), rentetan peristiwa karhutla melanda beberapa titik vital. Di Sulawesi Tengah, kebakaran menghanguskan satu hektare lahan di Kelurahan Uentanaga, Kabupaten Tojo Una Una, serta tiga hektare lahan kebun kosong di Desa Petunasugi, Kabupaten Parigi Moutong. Kejadian serupa juga menerjang Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, yang melalap lahan seluas sepuluh hektare di Kelurahan Maccorawalie dan Desa Watang Pulu. Sementara itu di Maluku Utara, Tempat Pemprosesan Akhir Sampah (TPA) Takome Ternate turut terbakar hingga menyebarkan kabut asap tebal ke pemukiman warga.
Di sisi lain, anomali cuaca justru memicu banjir di Pulau Sumatra bagian utara. Hujan deras berintensitas tinggi memicu banjir di empat kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang, yang merendam pemukiman setinggi 50 sentimeter dan memaksa sedikitnya 222 Kepala Keluarga (KK) mengungsi.
Menanggapi eskalasi kejadian bencana tersebut, pemerintah meminta publik untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra. “Minta masyarakat untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi kering di masa musim kemarau saat ini” tegas Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, Ph.D., seperti yang dikutip Aktual Online, Selasa (13/10/2026) dari laman www.bnpb.go.id.
Pihaknya menghimbau masyarakat agar hemat mengkonsumsi air bersih serta tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan atau sampah secara sembarangan guna mencegah bencana karhutla semakin meluas. || Red






