Today

Rebut Penumpang Sesama Ojek, Perilaku Oknum di Pangkalan Roro Air Putih Dinilai Rusak Etika Profesi

Alfin Sirait

AKTUALONLINE.co.id | BENGKALIS — Persaingan mendapatkan penumpang di kalangan pengemudi ojek pangkalan (opang) masih menjadi persoalan tersendiri di kawasan Roro Air Putih, Bengkalis. Di tengah semakin sepinya penumpang, persaingan antarpengemudi terkadang berujung pada ketegangan dan adu mulut.

Kondisi tersebut salah satunya dirasakan Ujang (57), pengemudi ojek pangkalan yang sehari-hari mangkal di kawasan Roro Air Putih. Saat ditemui, guratan lelah tampak di wajahnya. Mengenakan jaket kain yang sudah pudar, ia duduk di atas motor bebek miliknya sambil menunggu calon penumpang.

“Dari pagi, Bang, baru dapat satu penarik. Itu pun cuma buat ganti uang bensin,” keluh Ujang.

Hari itu, pendapatan yang diperolehnya belum cukup untuk membawa pulang keuntungan bagi keluarga. Bahkan, untuk mendapatkan satu penumpang berikutnya, ia sempat terlibat adu mulut dengan sesama pengemudi ojek pangkalan.

Ketegangan bermula ketika seorang calon penumpang keluar dari kendaraan dan berjalan ke arah Ujang. Ia mengaku merasa mendapat giliran untuk mengangkut penumpang tersebut.

Namun, sebelum penumpang itu naik, seorang pengemudi ojek pangkalan lainnya lebih dahulu menghampiri dan menawarkan jasa. Situasi tersebut kemudian memicu perdebatan di antara keduanya.

“Sakit rasanya, Mas. Kita ini sama-sama cari makan di Roro, sama-sama susah. Tapi kalau urusan perut sudah mendesak, kadang rasa kawan itu hilang. Tadi sempat ribut kecil, berebut penumpang yang jelas-jelas mendekat ke arah saya duluan,” tutur Ujang dengan suara bergetar menahan kecewa.

Ujang mengaku sedih harus bersitegang dengan rekan seprofesi yang setiap hari ditemuinya di pangkalan. Namun, di sisi lain, ia juga tidak dapat mengabaikan kebutuhan keluarga yang harus dipenuhi dari penghasilan sebagai pengemudi ojek.

Menurutnya, kehadiran transportasi berbasis aplikasi turut memengaruhi pendapatan pengemudi ojek pangkalan. Kondisi tersebut semakin terasa ketika jumlah penumpang yang menggunakan jasa opang berkurang.

READ  Kasmarni: Roro Kondusif dengan Tiga Armada, Perkuat Sinergi dan Ketertiban Antrian

“Saya tidak menyalahkan teman saya seratus persen. Dia mungkin sama seperti saya, di rumah ditunggu istri yang bingung mau masak apa besok. Tapi kalau caranya begini terus, ya pusing. Sesama ojek pangkalan malah jadi musuh di lapangan,” katanya.

Meski kondisi pangkalan semakin sepi, Ujang memilih tetap bertahan. Hingga malam, ia masih menunggu kemungkinan datangnya satu atau dua penumpang yang membutuhkan jasa ojek.

Bagi para pengemudi ojek pangkalan, menjaga ketertiban dan menghormati antrean menjadi hal penting agar persaingan mendapatkan penumpang tidak berkembang menjadi konflik.

Di tengah tekanan ekonomi dan berkurangnya penumpang, kebersamaan antarpengemudi dinilai penting agar setiap orang tetap memiliki kesempatan mendapatkan penghasilan tanpa harus merugikan rekan seprofesi.

Persoalan perebutan penumpang juga dapat menjadi perhatian bersama antara pengelola pangkalan, pengemudi, masyarakat pengguna jasa transportasi serta pihak terkait. Jika perselisihan terus berulang hingga mengganggu ketertiban, penyelesaian melalui komunikasi dan mediasi dapat menjadi langkah untuk mencegah konflik yang lebih besar.

Bagi Ujang, harapannya sederhana. Ia ingin tetap bisa bekerja mencari nafkah tanpa harus berselisih dengan orang-orang yang setiap hari sama-sama berjuang di pangkalan.

“Yang penting kami sama-sama bisa makan. Jangan sampai karena rebutan penumpang, kita yang tadinya kawan malah jadi bermusuhan,” ujarnya. || Safrizal

Related Post