AKTUALONLINE.co.id | MEDAN – SMA Negeri 3 Medan resmi ditunjuk sebagai sekolah induk Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) jenjang SMA di Provinsi Sumatera Utara untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Penunjukan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru PJJ yang berlangsung pada 4–8 Agustus 2026.
Kepala SMAN 3 Medan, Susianto, M.Si., secara resmi membuka kegiatan MPLS PJJ yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom bersama sekolah-sekolah penyelenggara di seluruh Indonesia, Selasa (4/8/2026).
Menurut Susianto, Program Pendidikan Jarak Jauh merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan layanan pendidikan kepada Anak Tidak Sekolah (ATS), khususnya bagi peserta didik berusia 16 hingga 18 tahun yang akan menempuh pendidikan di kelas X SMA.
“SMAN 3 Medan ditunjuk sebagai sekolah induk Program Pendidikan Jarak Jauh Provinsi Sumatera Utara Tahun Ajaran 2026/2027. Ini merupakan awal perjalanan yang luar biasa bagi para siswa-siswi baru,” ujar Susianto.
Ia menegaskan, setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas tanpa terkendala oleh jarak maupun kondisi tertentu.
“Sekolah hadir untuk memastikan hak tersebut terpenuhi. Belajarlah dengan penuh semangat, disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab. Melalui PJJ, siswa dapat mengikuti pembelajaran dari mana saja tanpa harus hadir setiap hari di sekolah,” katanya.
Saat ini, SMAN 3 Medan membina 15 peserta didik PJJ yang berasal dari kelompok Anak Tidak Sekolah (ATS), dengan target penerimaan mencapai 36 siswa.
Susianto menjelaskan, dalam penyelenggaraan PJJ, SMAN 3 Medan berperan sebagai Sekolah Induk sekaligus Pusat Akademik, yang berada di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Dalam pelaksanaannya, sekolah induk didukung oleh sejumlah sekolah mitra sebagai Pusat Layanan Daerah, yakni SMA Negeri 1 Hinai (Kabupaten Langkat), SMA Negeri 1 Siantar, dan SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan (Kabupaten Deli Serdang).
“Sekolah induk menjadi jantung operasional penyelenggaraan PJJ, sedangkan sekolah mitra berfungsi sebagai pusat layanan pendidikan di daerah,” jelasnya.
Ia menerangkan, sekolah induk bertanggung jawab terhadap seluruh aspek akademik, mulai dari penyediaan guru, kurikulum, proses pembelajaran, penilaian, penerbitan rapor, hingga kelulusan peserta didik. Adapun sekolah mitra bertugas memberikan pendampingan, monitoring, layanan lokal, komunikasi dengan peserta didik, serta memfasilitasi kebutuhan pembelajaran di daerah masing-masing.
Dalam proses pembelajaran, PJJ menerapkan komposisi 70 persen pembelajaran mandiri (asinkron) dan 30 persen pembelajaran tatap muka virtual (sinkron). Seluruh kegiatan belajar didukung oleh berbagai platform digital seperti Learning Management System (LMS), kelas virtual, Zoom Meeting, Google Workspace, Google Drive, serta berbagai aplikasi pembelajaran daring lainnya.
Susianto menegaskan bahwa meskipun pembelajaran dilakukan secara jarak jauh, para peserta didik tidak akan belajar sendiri.
“Melalui jaringan dukungan yang komprehensif, kami akan terus mendampingi setiap peserta didik. Kamu tidak belajar sendiri, kami ada untuk mendukungmu,” ujarnya.
Ia berharap seluruh peserta didik mampu menjunjung tinggi nilai-nilai disiplin, kejujuran, tanggung jawab, kemandirian, keaktifan, serta pembentukan karakter selama mengikuti pendidikan.
“Kita mungkin dipisahkan oleh jarak, tetapi kita dipersatukan oleh semangat belajar. Selamat bergabung di keluarga besar Program Pendidikan Jarak Jauh SMAN 3 Medan,” tutup Susianto. || Marlan Pasaribu




