Today

Rico Waas Dinilai ‘Banyak Cakap’ Saat Kampanye, Kini Sumbat Kritik Lewat Barikade Satpol PP dan Benteng Birokrasi

Prase Tiyo

Pengamat Sosial dan Kebijakan Publik Oesril Limbong. (Foto: Prasetiyo/Aktual Online)
Pengamat Sosial dan Kebijakan Publik Oesril Limbong. (Foto: Prasetiyo/Aktual Online)

AKTUALONLINE.co.id – Medan || Janji kampanye 2024 Wali Kota Medan Rico Waas yang dulu lantang mengusung kepemimpinan inklusif, terbuka pada kritik, hingga menyuarakan ruang dialog tanpa jarak bersama masyarakat, kini berbuah sorotan tajam.

‎Pengamat Sosial dan Kebijakan Publik Oesril Limbong, Rabu (5/8/2026) menilai hal itu disebabkan Rico Waas ‘banyak cakap’ atau mengumbar kata selama masa kampanye sehingga janji politik berujung retorika manis dan berbenturan langsung dengan realitas tata kelola pemerintahan saat ini.

‎Buktinya dapat dilihat dari berbagai aksi unjuk rasa elemen mahasiswa yang justru tertahan di balik pintu besi terkunci dan rapatnya barikade Satpol PP di Balai Kota Medan. Serta sulitnya bertemu Wali Kota Medan dengan berbagai alasan sebagai benteng birokrasi.

‎”Ini kan bagian dari janji kampanye. Makanya saya menilai Rico Waas banyak cakap saat kampanye. Retorikanya manis, menyediakan ruang kritik, dijadwalkan untuk elemen masyarakat. Tapi, buktinya waktu unjuk rasa saja kritik mereka untuk disampaikan langsung, disumbat dengan barikade Satpol PP dan benteng birokrasi,” cecar Oesril Limbong.

‎Lanjutnya, kritik yang disampaikan elemen masyarakat sebenarnya untuk didengar karena ada sesuatu terjadi dan tidak didapat Wali Kota Rico Waas dalam laporan bawahannya di atas kertas atau bisikan para kepala dinas.

‎”Wali Kota tidak boleh terjebak dalam sangkar burung birokrasi. Beliau harus turun langsung mengecek fakta riil di lapangan, blusukan. Arti blusukan ini bukan rame-rame bawa kamera, bawa anggota puluhan orang. Masyarakat juga takut seperti itu, nanti mau berkata jujur, ditandai, dilece seperti viral beberapa waktu lalu. Coba telusuri di titik masalah secara diam-diam. Bukan sekadar menerima laporan manis dan menelan informasi mentah-mentah dari bawahannya,” tegasnya.

‎Lebih lanjut, Oesril Limbong menyarankan agar Wali Kota Medan Rico Waas segera merancang pertemuan-pertemuan yang tidak formal bagi praktisi media, pakar, pengamat, masyarakat hingga mahasiswa secara adil dan merata sebagai satu rujukan mendapatkan peta fakta objektif tanpa filter birokrasi.

‎Hingga berita ini terbit, Wali Kota Medan Rico Waas belum mau memberikan komentarnya terkait penilaian ‘banyak cakap’ saat kampanye sehingga saat ini menjadi sebuah retorika manis.|| Prasetiyo






READ  Walikota Medan Rico Waas Bangun Kekuatan Politik untuk Lawan Gubsu Bobby Nasution (?)

Related Post