Today

‎’Bom Pohon’ di Jalan Turi dan Air Bersih Medan, Pemerhati sosial: Segera Dipangkas atau Tunggu Korban Berjatuhan!

Prase Tiyo

Pemerhati Sosial M. Arif Tanjung. (Foto: Prasetiyo/Aktual Online)
Pemerhati Sosial M. Arif Tanjung. (Foto: Prasetiyo/Aktual Online)

‎AKTUALONLINE.co.id – Medan || Ancaman keselamatan jiwa mengintai ribuan pengendara dan warga yang saban hari melintasi Jalan Turi dan Air Bersih Kecamatan Medan Kota. Koridor padat yang membentang dari persimpangan Jalan Pelangi hingga persimpangan Jalan Bahagia tersebut kini diibaratkan seperti “bom waktu”, akibat puluhan pohon peneduh berukuran raksasa yang sudah lapuk dan terancam tumbang sewaktu-waktu.

‎Kondisi kritis ini memicu reaksi keras dari Pemerhati Sosial Kota Medan, M. Arif Tanjung. Dari hasil analisis dan pantauan langsungnya di sepanjang ruas jalan tersebut, keberadaan pepohonan tua ini sudah masuk dalam fase sangat membahayakan keselamatan publik jika tidak segera dipangkas.

‎”Kondisi di lapangan sudah benar-benar darurat, Pohon-pohon di sepanjang Jalan Turi, dari Simpang Pelangi sampai Simpang Bahagia, mayoritas batangnya sudah keropos dan berongga di bagian dalam. Pilihannya cuma dua untuk Pemko Medan segera dipangkas dan ditebang total, atau mau tunggu korban jiwa berjatuhan dulu baru bertindak karena akan ini seperti bom pohon, yang kapan saja bisa memakan korban,” tegas M. Arif Tanjung dengan nada geram saat ditemui wartawan, Selasa (28/7/2026) siang.

‎Ia menjelaskan, penanganan setengah hati seperti sekadar merapikan ranting kecil tidak lagi relevan. Selain masalah batang yang lapuk dan perakaran yang rusak terhimpit beton drainase, dampak cabang serta dahan pohon yang tumbuh terlalu tinggi kini menjadi ancaman paling mematikan.

‎Di sepanjang koridor tersebut, cabang-cabang tinggi menjulur liar dan bersinggungan langsung dengan jaringan kabel listrik tegangan tinggi milik PLN. Gesekan terus-menerus antara ranting basah dan kabel berisolasi tipis ini sangat rawan memicu letupan serta percikan api, terutama saat cuaca buruk dan hujan deras mengguyur.

‎”Ini ancaman ganda yang sangat mengerikan. Ketika hujan turun, air menjadi media penghantar listrik yang sangat cepat. Dahan tinggi yang menempel di kabel bisa memercikkan api, bahkan aliran listrik tegangan tinggi berpotensi merambat turun melalui batang pohon yang basah kuyup. Bayangkan orang-orang atau pengendara yang berteduh dan melintas di bawah pohon tersebut mereka bisa langsung tersetrum arus listrik tanpa sadar! Ini benar-benar bahaya laten,” beber Arief dengan raut wajah cemas.

‎Kawasan Jalan Turi dan Air Bersih setiap harinya dipadati oleh anak sekolah, mahasiswa, pedagang kaki lima, serta lalu lalang kendaraan masyarakat umum. Sehingga ia menilai, pembiaran terhadap kondisi dahan yang membelit jalur listrik ini sama saja dengan membiarkan potensi tragedi kecelakaan massal terjadi di tengah kota.

Sebenarnya bukan hanya di ruas jalan itu saja butuh penataan pohon, makanya M. Arif Tanjung mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang berkoordinasi dengan pihak PLN untuk segera menurunkan tim guna melakukan eksekusi pemangkasan ekstrem hingga penebangan total pohon-pohon bermasalah di sepanjang Jalan Turi.

‎”Keselamatan warga Medan adalah hukum tertinggi. Kami minta DLH dan pihak terkait turun hari ini juga, potong cabang-cabang tinggi yang menempel di kabel, dan tebang pohon-pohon yang sudah lapuk itu. Jangan sampai menunggu ada nyawa melayang akibat tertimpa dahan atau tersengat arus listrik baru semua pihak saling lempar tanggung jawab,” tutupnya.|| Prasetiyo

READ  Sambut Kapolda Baru, Aliansi Masyarakat Sumut Akan Gelar Aksi Besar-besaran

Related Post