AKTUALONLINE.co.id – Medan || Menjelang 81 tahun Indonesia merdeka, masyarakat di bayak daerah khususnya Kota Medan masih harus melewati antrean panjang untuk mendapatkan BBM.
Pantauan Aktual Online di sejumlah SPBU di Kota Medan sejak Sabtu 11 Juli 2026 lalu seperti di jalan Sisingamangaraja, AH Nasution, Tritura dan lokasi-lokasi lain, antrean masyarakat panjang dan membuat arus lalu lintas macet.
Sukri (35), seorang pengendara sepeda motor kepada Aktual Online mengaku kesal lantaran di tengah antrean, ia juga harus berburu waktu untuk bekerja.
”Abang bayangkan, kita sebentar lagi mau merayakan kemerdekaan Indonesia 81 tahun. Tapi, beginilah. Beli minyak sepeda motor saja ngantri. Kalau tidak ngantri, tidak ada minyak. Kalau ngantri, kami juga diburu waktu karena mau kerja bang,” ujarnya serius, Senin (14/7/2026) pagi.
Irvan (40) seorang sopir truk yang ikut antrean BBM di SPBU kawasan Sisingamangaraja mengungkap bahwa ia sudah mulai berdamai dengan rasa lelah menunggu giliran beli BBM.
Baginya, saat ini yang mampu dilakukan masyarakat adalah mengelus dada dan mendoakan laknat Tuhan segera turun kepada para pejabat korup karena gagal mengatasi kelangkaan BBM.
”Mau bagaimana lagi bang. Ngantrilah kita. Marah-marah pun percuma. Kalau gak ikut antre nanti gak dapat minyak. Kita doakan sajalah dilaknat Tuhan pejabat-pejabat korup itu. Biar gak banyak gaya jadi pejabat. Giliran ngurus rakyat tidak bisa,” jelasnya dengan kecewa.
Belum ada penjelasan resmi dan memuaskan dari pemerintah soal antrean panjang pembelian BBM ini. Meski Menteri ESDM Bahlil Lahadalia awal Juli 2026 lalu mengungkap stok BBM cukup namun antrean panjang tetap berlangsung
Diketahui, antrean BBM ini terjadi tak lama setelah adanya penyesuaian harga BBM nonsubsidi per 1 Juli lalu, di mana harga Pertamax di wilayah Sumatra Utara kini dibandrol Rp 16.650 per liter.
Kenaikan harga ini diduga memicu terjadinya panic buying atau migrasi massal konsumen Pertamax ke Pertalite, yang pada akhirnya membuat stok BBM subsidi cepat ludes.
Namun, warga menilai masalahnya jauh lebih pelik dari sekadar kepanikan pembeli. Fluktuasi pasokan yang sering macet ke daerah-daerah memicu dugaan adanya kendala serius pada jalur distribusi Pertamina di wilayah Regional Sumatra Bagian Utara (Sumbagut).
Hingga berita ini diturunkan, antrean di sejumlah SPBU di Medan masih terus berlangsung. Masyarakat mendesak Pemerintah Kota Medan, Pemerintah Provinsi Sumatra Utara, serta Pertamina untuk segera turun tangan melakukan sidak dan normalisasi pasokan sebelum kelangkaan ini berdampak lebih buruk pada roda perekonomian kota.|| Prasetiyo
81 Tahun Indonesia Merdeka, Kota Medan Masih Antre Panjang BBM




