Today

‎Wakil Wali Kota Medan Tarik Separuh Pedang Dinilai Tanda Perang Terbuka Dimulai, Jauli Manalu: Bahasa Medannya, Jangan Pancing-pancing Nanti Pecah Kepala Kau

Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin mengeluarkan separuh bilah pedang dari sarungnya. (Foto: Ist/Aktual Online)
Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin mengeluarkan separuh bilah pedang dari sarungnya. (Foto: Ist/Aktual Online)

AKTUALONLINE.co.id – Medan || Foto Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap sedang memegang pegang dengan separuh bilahnya ditarik keluar dari sarung kini beredar dan dinilai menjadi tanda perang terbuka sudah dimulai.

‎Ketua Cahaya Kemenangan Prabowo Sumut Jauli Manalu, Jumat (10/7/2026) siang menjelaskan bahwa dalam teori semiotika, foto tersebut memiliki makna konotatif sangat kuat jika dikaitkan dengan hantaman kasus yang baru-baru ini disasarkan kepadanya, dan waktu  tersebarnya foto juga sangat dekat.

‎Lanjut Jauli Manalu, sarung senjata dalam teori semiotika bisa diartikan sebagai self-reistant atau pengendalian diri. Jika pedang dicabut separuh, artinya menjadi pesan komunikasi verbal yang ingin menunjukkan adanya peringatan keras dari Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap untuk siap melawan.

‎”Kalau dalam teori semiotika ini bisa diartikan sebagai bentuk peringatan keras bahwa Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap siap perang terbuka. Kalau bahasa Medannya, jangan kau pancing-pancing. Nanti pecah kepala kau,” ungkap Jauli Manalu menelaah sisi komunikasi yang tersirat dalam foto itu.

‎Selain berdasarkan rentetan peristiwa ungkit-ungkit masa lalu Zakiyuddin Harahap di Bank Sumut serta upaya mematikan citra positifnya lewat penggeledahan RSUD Pirngadi Medan, analisis semiotika Jauli Manalu ini dikuatkan pula dengan pendampingan Anggota DPR RI Sugiat Santoso di dalam foto itu dengan lokasi pengambilan di Museum Alamoudi Mekah, tempat dipajangnya senjata perang Nabi Muhammad dan para sahabat.

‎Foto ini diunggah oleh Anggota DPRD Binjai Ronggur di Instagram, lalu menyebar lewat WhatsApp.

‎Sementara itu, Jauli Manalu tidak dapat memastikan tujuan pasti pesan perang terbuka ini. Hanya saja, ia menyinggung bahwa memanasnya politik Pemko Medan dimulai sejak tidak hadirnya Wali Kota Medan Rico Waas saat peresmian Koperasi Merah Putih, lalu jadi sentilan keras Gubsu Bobby Nasution hingga menyebar kabar Rico Waas bertemu salah seorang tokoh Sumut di Singapura.

‎Lalu, muncul pernyataan Wali Kota Medan Rico Waas soal alasan berobat ke luar negeri, padahal ia bersama wakilnya Zakiyuddin Harahap serang gencar mengkampanyekan berobat ke RSUD Pirngadi Medan.

‎Tidak lama, muncul ‘Geng Sunggal’ yang kini meresahkan dinas-dinas. Sebab, kelompok biru ini eksistensinya meruntuhkan pamor Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap yang kini terus mainkan dengan kasus kecil.

‎Padahal saat ini tersebar kabar adanya penyetelan fee 17% dari ‘Geng Sunggal’ bagi setiap orang yang mengerjakan proyek Pemko Medan, namun belum menarik untuk diusut oleh APH.

‎Hingga berita ini terbit, Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap belum memberikan komentarnya terkait foto memegang dan menarik separuh bilahnya keluar dari sarung.|| Prasetiyo


READ  ‎Surat Advokat Jauli Manalu Hilang di BKPSDM Taput, Isinya Soal Guru PPPK Terlibat Asusila yang Tak Kunjung Dipecat

Related Post