AKTUALONLINE.co.id – Medan || Politik yang memanas antara Wali Kota Medan Rico Waas dengan Wakilnya Zakiyuddin Harahap seperti sebuah mistis, dan terus dipaksakan agar terlihat berjalan harmonis di mata publik.
Namun, upaya itu gagal. Naiknya persoalan upah pungut ke publik yang menyasar tanggungjawab Rico Waas masih bisa dimaklumi sebagai luapan keresahan mendalam para kepling sekota Medan. Sudahlah nominalnya tidak banyak, keringat sudah kering, tapi bayarannya belum juga cair-cair.
Nah, paling menarik lagi, dibukanya kembali kasus Bank Sumut terus menjadi tanda tanya. Tidak mungkin ada yang usil mengurusi masa lalu Zakiyuddin Harahap kalau tidak ada dorongan tangan-tangan halus. Apalagi, masih banyak kasus-kasus penting untuk diurus jaksa. Soal Citraland misalnya.
Makanya, Ketua Cahaya Kemenangan Prabowo Sumut Jauli Manalu meyakini bahwa dua kasus yang sedang tren di Medan tersebut bukan sebuah kebetulan yang menyiratkan sebuah gesekan politik.
”Mana mungkin kebetulan. Ini politik. Dalam politik tidak ada sebuah kebetulan melainkan sudah disusun rapi. Biasa ini di dunia politik,” terangnya, Jumat (26/6/2026) malam.
Terkait orang-orang yang memainkan politik ini, Jauli Manalu mengaku tidak dapat mengungkapnya karena sulit terdeteksi oleh orang-orang luar.
Namun ia mengingatkan bahwa ada momen yang bisa menjadi telaah publik, mulai dari sentilan keras Gubsu Bobby Nasution, muncul kabar Rico Waas jumpa tokoh Sumut di Singapura, Zakiyuddin diisukan kena sikut Rico Waas, dan puncaknya masalah kedua pemimpin Kota Medan ini naik ke permukaan.
Biasanya, kata Jauli Manalu, tidak lama lagi akan ada yang tumbang dalam arti luas seperti dimatikannya kekuatan politik di seluruh lini, sehingga akan tampil seperti boneka hiburan. Tidak bisa mengatur dan tidak ada jatah proyek. Siapa yang duluan tumbang. || Prasetiyo




