*Bertahun-tahun Tak Pernah Ada Perbaikan,Warga Capek Gelar Demo hingga Mandi Lumpur
AKTUALONLINE.co.id BANDAR PULO |||
Meski berbagai upaya telah dilakukan warga mulai dari aksi demo hingga mandi lumpur, namun hasilnya sia-sia karena pihak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Kabupaten Asahan “cuek” dan tidak merespon aksi warga yang meminta agar akses jalan dari Bandar Pulo menuju Kabupaten Toba yang rusak parah tak kunjung diperbaiki.
Jalan yang diklaim milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang “dibiarkan” rusak bertahun-tahun dan tidak pernah ada sentuhan perbaikan tersebut akhirnya diperbaiki warga Bandar Pulo dengan cara membuka donasi yang tidak mengikat untuk kebutuhan membeli material guna memperbaiki jalan tersebut, Sabtu (20/06/2026).
Dirman Marpaung salah seorang tokoh masyarakat Bandar Pulau mengatakan kondisi jalan yang konon katanya milik Pemerintah Propinsi Sumatera Utara saat ini kondisinya rusak parah dan sudah bertahun- tahun belum ada perbaikan.
Jalan tersebut merupakan urat nadi akses perekonomian warga dari Desa Aek Songsongan, Kecamatan Bandar Pulau Asahan menuju ke Toba maupun sebaliknya dari Aek Songsongan ke Pulau Raja Asahan.
“Kami sudah capek melakukan aksi demo dan bahkan kami juga pernah melakukan aksi mandi lumpur di jalan yang rusak ini, namun Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution tidak bergeming dan prihatin dengan kondisi jalan ini, demikian juga dengan Pemerintah Kabupaten Asahan menunjukkan sikap yang sama.Semuanya berlagak bodoh dan pura-pura tidak mengetahui kondisi jalan rusak parah tersebut,” ungkap Marpaung.
Lebih lanjut Dirman Marpaung mengatakan, saat ini warga Aek Songsongan, Kecamatan Bandar Pulau menggalang donasi kepada masyarakat dengan cara suka rela dan tidak mengikat untuk membeli bahan material berupa “batu fitrun” guna menutup jalan yang berlobang dan berlumpur tersebut, agar kendaraan tidak amblas dan terguling saat melintasi akses jalan tersebut.
“Kami warga disini sangat menyesalkan sikap dan tanggung jawab Pemerintah ini, tak kunjung melakukan perbaikan jalan, masyarakat disini sudah sangat muak dengan janji-janji,” tegas Dirman Marpaung.
Kerusakan jalan yang paling parah berada di ruas jalan Dusun VII tepatnya depan Pajak Pengkol hingga Desa Marjanji Aceh,Kecamatan Aek Songsongan,Kabupaten Asahan yang merupakan akses jalan menuju perbatasan dengan Kabupaten Toba.
Warga melakukan perbaikan jalan ini secara gotong royong dengan dana dari hasil patungan dan ini merupakan pukulan telak yang dilakukan warga Bandar Pulau untuk Pemerintah Propinsi Sumatera Utara maupun Pemerintah Kabupaten Asahan,ujarnya dengan nada kesal atas sikap tidak pedulinya Pemprovsu dan Pemkab Asahan terkait kerusakan jalan tersebut.||| Yasin S
Editor : Zul






