AKTUALONLINE.co.id – Medan || Hingga kini, Polrestabes Medan tidak kunjung menangkap pelaku penculikan dan percobaan pembunuhan yang dialami Amat Hamim (32) pada akhir 2025 silam.
Beredar kabar, komplotan pelaku Friski Cs yang juga merupakan jaringan bandar Sabu tersebut dibekingi oleh oknum anggota dewan.
Padahal, Amat Hamim kepada Aktual Online, Sabtu (19/6/2026) sore menuturkan bahwa para pelaku tidak bersembunyi dan selalu berada di barak Narkoba dan judi Mangkubumi setiap harinya.
“Ada nama oknum dewan. Isu-isunya dewan yang bekingi bang makanya tidak ditangkap. Tiap hari aku tengoknya pelaku ada di Mangkubumi,” ungkapnya.
Menurut Amat Hamim, saat ini Polrestabes Medan telah pilih kasih dalam menegakkan keadilan. Untuk itu, ia berencana akan melaporkan perlakuan jajaran Polrestabes Medan ke Propam Mabes Polri untuk ditindak.
Lewat berita di Aktual Online, Amat Hamim memohon agar Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo segera mencopot Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak karena terlalu banyak pansos dibanding menanggapi keluhan masyarakat yang telah menjadi korban tindak pidana serius.
Hingga berita ini ditayangkan, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak yang dihubungi belum memberikan tanggapannya soal pernyataan korban penculikan dan percobaan pembunuhan Amat Hamim.
Diketahui, Ahmad Hamim mengungkap bahwa ia diculik oleh empat orang pria yang ia kenal dari sebuah tempat hiburan malam di Kawasan CBD Polonia. Mereka adalah Friski, Ali Gomok, Ari Botak dan Satya.
Saat itu sekitar pukul 02.30 WIB, di parkiran yang sepi kakinya ditusuk sebilah pisau karena melawan saat akan dibawa. Setelah pasrah, Amat Hamim langsung diangkut dengan sebuah sepeda motor dan dibawa ke jalan Masjid.
“Mereka membawa saya ke luar (red. tempat hiburan malam), di parkiran saya ditikam, saya tidak bisa melawan lagi. Mereka membawa saya ke jalan Masjid,” ungkapnya mengingat kejadian.
Di sana Amat Hamim diturunkan dan dihajar kembali dengan pukulan baseball, tidak hanya urat-urat di kakinya yang jadi sasaran tusukan. Namun, kepalanya juga disayat hingga membuatnya sempat tidak sadarkan diri.
Untungnya, saat saat salah seorang pelaku memukul kaki kirinya, Amat Hamim kembali sadar dan spontan berlari, langsung meloncat ke sungai. Para pelaku sempat berpikir Amat Hamim sudah meninggal lantaran saat itu ia berkamuflase seolah-olah tidak bernyawa lagi.
“Diam saja saya, mata saya ke atas. Mereka senter, tau saya. Dipikir mereka saya sudah mati,” ucapnya.
Setelah memastikan aman, Amat Hamim kemudian memaksakan diri mengarungi sungai hingga ke kawasan kesawan. Di sanalah ia meminta pertolongan dengan warga sekitar. Hingga akhirnya berhasil dilarikan ke rumah sakit dan membuat laporan kepolisian nomor LP/B/4476/XII/2025/SPKT/Polrestabes Medan/Polda Sumatera Utara.|| Prasetiyo






