Today

500 Meter dari New Zone yang Digrebek Ada Barak Narkoba dan Tongkrongan Pelaku Penculikan, Korban: Pak Kapolri, Tolong Copot Kapolrestabes Medan

Prase Tiyo

Barak Narkoba serta tongkrongan jaringan bandar sabu sekaligus pelaku penculikan dan percobaan pembunuhan Friski Cs.(Foto: Ist/Aktual Online)
Barak Narkoba serta tongkrongan jaringan bandar sabu sekaligus pelaku penculikan dan percobaan pembunuhan Friski Cs.(Foto: Ist/Aktual Online)

AKTUALONLINE.co.id – Medan || Korban penculikan dan percobaan pembunuhan, Amat Hamim (32) oleh jaringan bandar sabu Mangkubumi Friski Cs membeberkan bahwa tidak jauh dari tempat hiburan malam New Zone yang digrebek Mabes Polri, ada barak Narkoba milik Frisky Cs yang juga menjual barang serupa.

Tepatnya sekitar 500 meter, atau berada di kawasan Mangkubumi di seberang salah satu swalayan. Lokasinya terlihat jelas, karena berada di tepi jalan.

“500 meter dari New Zone, barang yang sama ada dijual bang. Yang jual Friski Cs. Baraknya di pinggir jalan,” ungkapnya, Jumat (29/5/2026) pagi.

Menurut Amat Hamim, Friski sendiri selalu terlihat di lokasi tersebut dengan jam yang berbeda-beda untuk menghindari pantauan polisi.

Hal ini diungkap Amat Hamim, lantaran ia selalu mengawasi keberadaan Friski Cs yang menjadi pelaku penculikan serta percobaan pembunuhan. Apalagi, sejak laporannya di akhir tahun 2025 silam, hingga kini polisi tidak kunjung menangkapnya.

“Capeklah bang. Aku yang korban, terus kulapor polisi, sudah kukasih tau posisi pelaku dimana, tidak juga ditangkap. Herannya, makin bebas aja dia jual Narkoba. Padahal bolak balik Kapolrestabes Medan di Medsos tampak garang, semua barak diratakan,” sindirnya.

Lewat berita di Aktual Online, Amat Hamim memohon agar Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo segera mencopot Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak karena terlalu banyak pansos dibanding menanggapi keluhan masyarakat yang telah menjadi korban tindak pidana serius.

Hingga berita ini ditayangkan, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak yang dihubungi belum memberikan tanggapannya soal pernyataan korban penculikan dan percobaan pembunuhan Amat Hamim.

Diketahui, Ahmad Hamim mengungkap bahwa ia diculik oleh empat orang pria yang ia kenal dari sebuah tempat hiburan malam di Kawasan CBD Polonia. Mereka adalah Friski, Ali Gomok, Ari Botak dan Satya.

READ  Bandar Sabu Jermal Mulai Bengis, Korban Lain Muncul Usai Insiden Penyerangan Rumah Advokat Acil Lubis

Saat itu sekitar pukul 02.30 WIB, di parkiran yang sepi kakinya ditusuk sebilah pisau karena melawan saat akan dibawa. Setelah pasrah, Amat Hamim langsung diangkut dengan sebuah sepeda motor dan dibawa ke jalan Masjid.

“Mereka membawa saya ke luar (red. tempat hiburan malam), di parkiran saya ditikam, saya tidak bisa melawan lagi. Mereka membawa saya ke jalan Masjid,” ungkapnya mengingat kejadian.

Di sana Amat Hamim diturunkan dan dihajar kembali dengan pukulan baseball, tidak hanya urat-urat di kakinya yang jadi sasaran tusukan. Namun, kepalanya juga disayat hingga membuatnya sempat tidak sadarkan diri.

Untungnya, saat saat salah seorang pelaku memukul kaki kirinya, Amat Hamim kembali sadar dan spontan berlari, langsung meloncat ke sungai. Para pelaku sempat berpikir Amat Hamim sudah meninggal lantaran saat itu ia berkamuflase seolah-olah tidak bernyawa lagi.

“Diam saja saya, mata saya ke atas. Mereka senter, tau saya. Dipikir mereka saya sudah mati,” ucapnya.

Setelah memastikan aman, Amat Hamim kemudian memaksakan diri mengarungi sungai hingga ke kawasan kesawan. Di sanalah ia meminta pertolongan dengan warga sekitar. Hingga akhirnya berhasil dilarikan ke rumah sakit dan membuat laporan kepolisian nomor LP/B/4476/XII/2025/SPKT/Polrestabes Medan/Polda Sumatera Utara.|| Prasetiyo

Related Post