Today

Memahami Wukuf Arafah di Puncak Haji

Prase Tiyo

AKTUALONLINE.co.id – Mekah || Wukuf sering dianggap sebagai puncak pelaksanaan ibadah haji. Secara harfiah, wukuf berarti berdiam diri atau berhenti sejenak di Padang Arafah saat berada dalam keadaan ihram, yang dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah, tepat sehari sebelum Hari Raya Idul adha.

‎Wukuf menjadi penanda utama yang membedakan antara ibadah haji dan umrah. Seperti yang dijelaskan dalam sebuah hadits, inti dari haji adalah Arafah. Oleh sebab itu, wukuf diakui sebagai salah satu rukun haji yang paling penting.

‎Meskipun wukuf diartikan sebagai berhenti atau berdiam diri, bukan berarti jamaah haji sepenuhnya diam tanpa melakukan ibadah atau amalan sunnah lainnya. Saat wukuf, jamaah dianjurkan untuk memperbanyak doa dan zikir sebagai salah satu bentuk ibadah yang utama.

Pesan dari pelaksanaan Wukuf Arafah ini adalah sebagai momen untuk ummat intropeksi diri, membulatkan tekad menghentikan tindakan-tindakan yang buruk di masa lampau dan mulai menumbuhkan hal-hal baik di dalam diri.

Perlu diingat, mulai masuk Padang Arafah, ada doa yang dianjurkan dibaca, yakni:

اَللّٰهُمَّ إِلَيْكَ تَوَجَّهْتُ، وَبِكَ اعْتَصَمْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِمَّنْ تُبَاهِيْ بِهِ الْيَوْمَ مَلَائِكَتَكَ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ‎

Allâhumma ilaika tawajjahtu, wabika‘tashamtu, wa’alaika tawakkaltu. Allâhummaj’alnî mim-man tubaahî bihil yauma malâ-ikataka, innaka ‘alâ kulli syai-in qadîrun

Artinya: “Ya Allah, hanya kepada-Mulah aku menghadap, dengan-Mulah aku berpegang teguh, pada-Mulah aku berserah diri. Ya Allah, jadikanlah aku menjadi bagian dari orang yang hari ini Engkau banggakan di hadapan Malaikat-Mu. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu”.

Saat melaksanakan wukuf, jamaah juga dianjurkan banyak berdoa. Menurut Rasulullah SAW, doa yang paling mulia adalah doa pada hari Arafah, sebagaimana disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Malik.

‎Dalam kitab Al-Hawil Kabir, Al-Mawardi menjelaskan bahwa di antara doa-doa yang sering dibaca Rasulullah saat wukuf di Arafah adalah.

READ  Muhammad Firdaus Akhlan Ditemukan Wafat di Makkah Setelah 4–5 Hari Dilaporkan Hilang

اَللّٰهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ كَالَّذِيْ تَقُوْلُ وَخَيْرًا مِمَّا نَقُوْلُ. اَللّٰهُمَّ لَكَ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ وَإِلَيْكَ مَاٰبِيْ، وَلَكَ رَبِّيْ تُرَاثِيْ. اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَــبْرِ وَوَسْوَاسِ الصَّدْرِ، وَشَتَاتِ الْأَمْرِ. اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَجِيْءُ بِهِ الرِّيْحُ

‎Lâ ilâha illallâhu wahdahû lâ syarîkalah. Lahul mulku walahul hamdu wa hua alâ kulli syai’in qadîr. Allâhummaj‘al fî sam‘î nûrâ, wa fî basharî nûrâ, wa fî qalbî nûrâ. Allâhummasyrah lî shadrî, wa yassir lî amrî. Allâhumma innî a‘ûdzu bika min wasâwisis shadri, wa min saayi’âtil umûr, wa min adzâbil qabri. Allâhumma innî a‘ûdzu bika min syarri mâ yaliju fil lail, wa syarri mâ yaliju fin nahâr, wa syarri mâ tahubbu bihir rîhu, wa syarri bawâ’iqid dahri.

‎Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Allah swt dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia memiliki kekuasaan dan berhak atas setiap pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Wahai Tuhanku, jadikanlah pendengaranku, penglihatanku, dan hatiku bercahaya. Lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku. Aku berlindung kepada-Mu dari bisikan hati, perkara yang buruk, dan dari azab kubur. Aku juga berlindung dari kejahatan yang datang di malam hari dan siang hari. Aku berlindung dari kejahatan yang dibawa angin dan kejelekan zaman”.

Setelah menjalani wukuf di Arafah, jemaah bergerak menuju Muzdalifah untuk bermalam (mabit) hingga menjelang waktu subuh. Di tempat ini, mereka mengumpulkan batu kerikil yang nantinya akan digunakan untuk melontar jamrah di Mina. Proses mabit dilaksanakan dengan suasana yang sederhana sebagai wujud kerendahan hati dan keteguhan dalam melaksanakan ibadah.

Usai melontar jamrah, jemaah melaksanakan tahalul awal dengan mencukur atau memotong sebagian rambut. Tahapan ini menandakan bahwa sebagian larangan ihram telah dicabut, kecuali larangan terkait hubungan suami istri dan akad nikah.

READ  Menlu RI Sugiono Minta Bantuan Turki dan Yordania Soal WNI Ditahan Tentara Israel

Berikutnya adalah rukun Tawaf Ifadhah yang dilakukan di Masjidil Haram. Jemaah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran sebagai bagian penting dari prosesi haji. Tawaf ini menandai transisi jemaah menuju fase akhir ibadah haji. Setelah tawaf ifadhah, dilanjutkan dengan Sai, yaitu berjalan sebanyak tujuh kali bolak-balik antara bukit Shafa dan Marwah. Sai merupakan simbol penghormatan atas perjuangan Siti Hajar dalam mencari air untuk Nabi Ismail AS.

Tahapan berikutnya adalah tahalul kedua, yang menjadi penanda berakhirnya seluruh larangan ihram. Dengan tahalul ini, jemaah telah menyelesaikan rangkaian rukun haji yang utama.

Jemaah kemudian kembali bermalam di Mina selama hari-hari tasyrik (11–13 Dzulhijjah), sambil melakukan lontar tiga jamrah: ula, wusta, dan aqabah, masing-masing dengan tujuh batu kerikil pada setiap harinya. Sebelum meninggalkan Makkah, jemaah melaksanakan tawaf wada atau tawaf perpisahan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Baitullah sebelum kembali ke tanah air.|| Prasetiyo

Related Post