Today

Pemerintah Desa Panjerejo Wujudkan Desa Tangguh Bencana, 25 Relawan Ikuti Pelatihan Kesiapsiagaan

Zul Aktual

AKTUALONLINE.co.id TULUNGAGUNG |||
Pemerintah Desa Panjerejo, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, bersama BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Tulungagung meresmikan pembentukan relawan Desa Tangguh Bencana (DESTANA).

Hadiri dalam kegiatan ini perwakilan kepala pelaksana BPBD Jatim oleh Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Deni Kiki Melia Tamara, S.STP, M.Si., kepala pelaksana BPBD Kabupaten Tulungagung diwakili oleh sekretaris BPBD Kabupaten Tulungagung, M. Fairuza Al Hida, S.STP.,M.M., jajaran Forkopimcam Kecamatan Rejotangan, kepala desa Panjerejo, Munowati, Fasilitator DESTANA dari FPRB Jawa Timur, peserta dan tamu undangan.

Acara pembukaan ditandai dengan seremonial penyerahan 100 bibit pohon produktif dari Gubernur Jawa Timur kepada Desa Panjerejo, sebagai simbol penguatan ketahanan lingkungan.

Kegiatan DESTANA berlangsung mulai 5 hingga 11 Mei 2026, diikuti 25 peserta relawan warga Desa Panjerejo. Para peserta mendapatkan pelatihan yang mencakup:
– Pengenalan risiko bencana di wilayah desa.
– Mitigasi dan pencegahan melalui pengelolaan lingkungan.
– Kesiapsiagaan komunitas dengan pembentukan tim relawan dan simulasi evakuasi.
– Pertolongan pertama dan evakuasi mandiri.
– Manajemen pasca bencana, termasuk pemulihan sosial dan ekonomi.
– Edukasi serta strategi sosialisasi kepada masyarakat sekitar.

Kepala Desa Panjerejo, Munowati, menyampaikan: “Kami berkomitmen menjadikan Panjerejo sebagai desa yang tangguh. Melalui pelatihan ini, peserta akan menjadi agen edukasi, membagikan pengetahuan kepada warga lain, sehingga kesiapsiagaan menjadi budaya bersama.”

Sekretaris BPBD Kabupaten Tulungagung, M. Fairuza Al Hida, menegaskan: “DESTANA adalah gerakan kolektif. Dengan keterlibatan warga, desa akan lebih siap menghadapi bencana dan mampu meminimalkan dampak yang ditimbulkan.”

Dengan terbentuknya DESTANA Panjerejo, pemerintah desa menunjukkan kepemimpinan dalam membangun ketangguhan masyarakat. Pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan menyebar luas, menjadikan masyarakat lebih siap, lingkungan lebih lestari, dan semangat gotong royong semakin mengakar.||| Dodik S

READ  Dihajar Tanpa Sebab: Dua Warga Jadi Korban Penganiayaan di Majan, Satu Pelaku Ditangkap

 

Editor : Zul

Related Post