AKTUALONLINE.co.id – PEKANBARU ||| Di bawah kepemimpinan Agung-Markarius, paradigma pelayanan publik di Pekanbaru mengalami pergeseran besar. Bukan lagi warga yang mengejar pelayanan, melainkan pemerintah yang hadir di tengah masyarakat. Langkah konkret ini terlihat dari kebijakan penurunan tarif parkir kendaraan bermotor yang sempat menjadi keluhan utama warga. Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk keberpihakan nyata terhadap ekonomi harian masyarakat. Selain itu, kesejahteraan aparatur juga menjadi prioritas guna memastikan mesin birokrasi bekerja optimal dalam melayani warga.
Pekanbaru Bersih: Strategi “Lumpuhkan” Sampah dari Hulu
Persoalan sampah yang menahun kini mulai menemukan titik terang melalui strategi desentralisasi. Pemerintah tidak lagi bekerja sendiri, melainkan melibatkan masyarakat secara sistematis:
Pembentukan LPS di 83 Kelurahan: Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) kini hadir di tiap kelurahan untuk memastikan sampah
terkelola sejak dari lingkungan rumah tangga.
Gerakan Serbu Sampah: Aksi masif ini menjadi budaya baru dalam menjaga estetika kota.
Penindakan Tegas: Satuan tugas tidak ragu menindak pelaku pembuangan sampah ilegal guna memberikan efek jera dan menjaga ketertiban umum
Menata Wajah Kota: Estetika dan KetertibanTransformasi Pekanbaru juga terlihat dari upaya serius menata ruang publik. Sebanyak 175 tiang reklame ilegal telah ditertibkan untuk mengembalikan keasrian langit kota sekaligus mengoptimalkan pendapatan daerah dari sektor reklame yang berizin.Kota kini bergerak menuju visi Pekanbaru yang lebih sehat dan berdaya saing. Capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terus meningkat menjadi bukti bahwa pembangunan manusia berjalan selaras dengan pembangunan infrastruktur.
Kepuasan Masyarakat: Indikator Keberhasilan Nyata
Kerja keras ini membuahkan hasil positif. Berdasarkan data terbaru, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Kota Pekanbaru melonjak drastis. Warga menilai kepemimpinan saat ini lebih “tancap gas” dan meminimalkan wacana yang tidak perlu.
“Kami merasakan perubahan nyata, terutama soal kebersihan dan kemudahan layanan. Pekanbaru terasa lebih tertata sekarang,” ujar salah satu warga saat ditemui di kawasan pusat kota. Dengan fondasi kokoh yang telah dibangun, duet Agung Nugroho dan Markarius Anwar kini menatap target yang lebih tinggi: menjadikan Pekanbaru sebagai kota metropolitan yang berkelanjutan dan menjadi barometer kemajuan di Pulau Sumatra.
Layanan Jemput Bola melalui Mobil AMAN
Guna memastikan hak administratif setiap warga terpenuhi, Pemerintah Kota meluncurkan unit Mobil AMAN. Armada ini berfungsi sebagai kantor administrasi kependudukan berjalan yang menyisir kawasan permukiman padat dan wilayah pinggiran.
Inovasi ini memungkinkan warga mengurus e-KTP, Kartu Keluarga, hingga akta kelahiran tanpa harus mengantre di kantor dinas pusat. Kehadiran Mobil AMAN menjadi simbol birokrasi yang responsif dan memangkas jarak antara pemerintah dengan rakyatnya.
Perang Terbuka Melawan Banjir
Sektor infrastruktur menjadi prioritas utama dengan fokus pada pengendalian banjir secara komprehensif. Langkah strategis yang telah ditempuh meliputi:
Penanganan 20 Titik Rawan: Intervensi teknis dilakukan pada lokasi-lokasi yang selama ini menjadi langganan genangan air saat intensitas hujan tinggi.
Normalisasi Sungai: Pengerukan dan pembersihan dilakukan sepanjang 78,2 kilometer aliran sungai untuk mengembalikan kapasitas daya tampung air.
Revitalisasi Drainase: Perbaikan saluran pembuangan dan Daerah Aliran Sungai (DAS) telah mencapai total panjang 109,5 kilometer, memastikan aliran air menuju hilir berjalan lancar.
Visi Hijau: Menanam Masa Depan
Pekanbaru kini bergerak menuju identitas baru sebagai Green City. Komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dibuktikan dengan penanaman 15.000 pohon di berbagai sudut kota. Selain sebagai paru-paru kota untuk menyerap polusi, langkah ini diambil guna meningkatkan resapan air tanah dan menurunkan suhu udara kota yang kian meningkat.
Investasi SDM: Beasiswa Prestasi dan Hafiz Al-Qur’an
Sisi humanis dan religius Agung-Markarius tercermin dalam program beasiswa pendidikan yang ambisius. Pemerintah Kota memberikan dukungan finansial bagi mahasiswa jenjang S1 hingga S3.
Program ini tidak hanya menyasar mahasiswa berprestasi secara akademik, tetapi juga memberikan porsi khusus bagi para Hafiz Al-Qur’an. Kebijakan ini diharapkan mampu mencetak generasi intelektual yang memiliki landasan spiritual kuat untuk membangun Pekanbaru di masa depan.
Solidaritas Tanpa Batas
Di tengah kesibukan membenahi internal kota, Pekanbaru tetap menunjukkan kepedulian terhadap bencana nasional. Sebagai bentuk solidaritas sesama daerah di Sumatra, Pemkot Pekanbaru menyalurkan bantuan bagi korban banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Total bantuan yang disalurkan mencapai nilai yang fantastis, yakni Rp 3 miliar dalam bentuk tunai serta bantuan sembako senilai Rp 1,5 miliar. Langkah ini mempertegas posisi Pekanbaru sebagai kota yang memiliki kepedulian sosial tinggi di tingkat regional.Dengan serangkaian capaian ini, wajah Pekanbaru kini tidak hanya berubah secara fisik, tetapi juga semakin kuat secara tatanan sosial dan ketahanan lingkungan.
Misi Penyelamatan Masa Depan: Program Zero Putus Sekolah
Pemerintah Kota Pekanbaru mengambil langkah berani melalui program Zero Putus Sekolah. Program ini bukan sekadar wacana, melainkan sebuah aksi jemput bola yang menyasar anak-anak yang terpaksa meninggalkan bangku pendidikan akibat kendala ekonomi maupun sosial.
Hingga saat ini, program tersebut berhasil menjaring 1.778 anak dengan berbagai latar belakang permasalahan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 757 anak telah berhasil dikembalikan ke sekolah untuk melanjutkan cita-citanya. Tidak hanya mengembalikan siswa ke kelas, pemerintah juga memberikan solusi konkret berupa:
Advokasi Ijazah: Menanggulangi kendala ijazah yang tertahan di sekolah akibat tunggakan biaya.
Bantuan Logistik: Pemberian perlengkapan sekolah lengkap guna meringankan beban orang tua.
Sukseskan Wajib Belajar 13 Tahun melalui Integrasi PAUD-Posyandu
Guna menyongsong visi Wajib Belajar 13 Tahun, Pemkot Pekanbaru memastikan fondasi pendidikan dimulai sejak usia dini. Saat ini, target Satu PAUD Satu Kelurahan telah berhasil diwujudkan di seluruh wilayah kota. Uniknya, layanan PAUD ini diintegrasikan langsung dengan layanan Posyandu. Strategi ini bertujuan untuk memberikan stimulasi pendidikan sekaligus pemantauan tumbuh kembang anak secara bersamaan. Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah secara rutin menggelar pelatihan kompetensi bagi kader Posyandu, sehingga mereka memiliki keahlian yang mumpuni dalam mendampingi tumbuh kembang anak di lingkungan masing-masing.
Perang Terpadu Melawan Stunting dan Gizi Buruk
Kesehatan anak dan ibu menjadi perhatian serius dalam strategi penguatan generasi mendatang. Pemerintah Kota Pekanbaru secara masif menggulirkan program perlindungan kesehatan dan gizi, di antaranya:
Pemeriksaan Kesehatan Gratis: Memastikan akses layanan medis dasar menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Makan Bergizi Gratis (MBG): Program ini diberikan secara rutin kepada peserta didik untuk meningkatkan konsentrasi dan stamina belajar.
Fokus Kelompok 3B: Perhatian khusus diberikan kepada Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita melalui pemberian tambahan asupan gizi. Langkah ini menjadi ujung tombak dalam menekan angka stunting di Kota Pekanbaru secara signifikan. Melalui integrasi antara pendidikan yang inklusif dan jaminan kesehatan yang merata, Pekanbaru di bawah arahan Agung-Markarius kini tengah meletakkan fondasi kokoh bagi lahirnya generasi penerus yang sehat secara fisik dan cerdas secara intelektual.
Syiar Agama dan Pelestarian Akar Budaya Melayu
Pekanbaru terus mempertegas identitasnya sebagai pusat kebudayaan Melayu yang religius. Hal ini dibuktikan dengan prestasi gemilang sebagai Juara 2 dalam ajang MTQ Tingkat Provinsi Riau. Keberhasilan ini disempurnakan dengan suksesnya penyelenggaraan MTQ ke-57 tingkat kota yang berlangsung khidmat dan meriah.
Tak hanya di bidang religi, pemerintah juga menggelar Festival Kreatif Budaya Melayu. Acara ini menjadi wadah strategis untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kultural sekaligus menjadi motor penggerak bagi pelaku UMKM lokal. Melalui festival ini, produk-produk ekonomi kreatif khas Pekanbaru mendapatkan panggung untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Gaya Hidup Sehat dan Sarana Olahraga Modern
Komitmen mewujudkan warga yang sehat dibuktikan dengan dukungan penuh terhadap aktivitas olahraga. Event bergengsi Pekanbaru 10K sukses menarik antusiasme ribuan pelari, memposisikan kota ini sebagai destinasi sport tourism. Sebagai fasilitas penunjang, pemerintah meresmikan Stadion Mini Gelora Hang Tuah, yang kini menjadi pusat kegiatan olahraga baru bagi masyarakat di tingkat akar rumput.
Pemberdayaan RW dan Transformasi Kinerja Aparatur
Pemerataan pembangunan kini menyentuh hingga ke level terkecil melalui Program Rp 100 Juta per RW. Dana ini dialokasikan untuk menjawab kebutuhan mendesak di lingkungan masing-masing, mulai dari perbaikan fasilitas warga hingga pemberdayaan ekonomi lokal.
Di sisi birokrasi, kapasitas pelayanan diperkuat melalui pengangkatan tenaga PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) dan PPPK paruh waktu. Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi aparatur, pemerintah juga mencairkan tunjangan kinerja (Tukin) ke-14, sebuah langkah yang jarang dilakukan namun terbukti ampuh memicu produktivitas layanan publik.
Infrastruktur Melampaui Target: Jalan Mulus, Kota Terang
Sektor infrastruktur mencatatkan rapor hijau dengan capaian yang melampaui target tahunan. Beberapa poin krusial meliputi:
Perbaikan Jalan: Lebih dari 42 kilometer ruas jalan kota telah mulus melalui program pengaspalan dan pemeliharaan rutin.
Fasilitas Publik: Sebanyak 42 halte bus telah diremajakan untuk kenyamanan pengguna transportasi umum.
Modernisasi Kota: Pemasangan lampu penerangan jalan umum (LPJU) di titik-titik gelap serta penyediaan Wi-Fi gratis di sejumlah ruang publik untuk mendukung digitalisasi masyarakat.
Menjaga Dapur Tetap Ngepul: Bazaar Pangan Murah
Menghadapi tantangan inflasi, Pemerintah Kota Pekanbaru hadir sebagai pelindung daya beli warga. Bazaar Pangan Murah digelar secara masif di 50 lokasi berbeda. Program ini memastikan kebutuhan pokok tersedia dengan harga terjangkau, sehingga masyarakat kecil tetap dapat memenuhi kebutuhan gizi keluarga di tengah fluktuasi harga pasar.
Fiskal Sehat dan Birokrasi Kilat: Lunasi Utang Rp467 Miliar
Di bawah komando Agung-Markarius, Pemerintah Kota Pekanbaru mencatatkan prestasi gemilang dalam tata kelola keuangan. Utang warisan senilai Rp467 miliar berhasil dilunasi sepenuhnya, memberikan ruang gerak fiskal yang lebih luas bagi pembangunan tahun mendatang. Kepercayaan publik ini berbanding lurus dengan iklim investasi yang kian bergairah.
Tak hanya itu, revolusi perizinan dilakukan melalui pemangkasan birokrasi yang drastis. Saat ini, proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dapat diselesaikan hanya dalam waktu satu jam. Inovasi ini menempatkan Pekanbaru sebagai salah satu kota dengan layanan perizinan tercepat di Indonesia, memicu masuknya aliran investasi baru yang segar bagi ekonomi lokal.
Keamanan dan Lingkungan: TRC 112 dan Energi Terbarukan
Guna meningkatkan rasa aman warga, Wali Kota Agung Nugroho secara resmi meluncurkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman 112. Layanan darurat terintegrasi ini menjadi garda terdepan dalam menangani laporan gangguan keamanan, bencana, hingga kebutuhan medis darurat secara real-time.
Di sektor lingkungan, Pekanbaru menapak babak baru melalui proyek futuristik Waste to Energy (WTE). Proyek ini mengubah wajah pengelolaan sampah dari sekadar penumpukan menjadi sumber energi terbarukan. Langkah ini sejalan dengan ambisi kota untuk mengurangi beban TPA sekaligus menciptakan kemandirian energi berbasis pengolahan sampah terpadu
.
Prestasi Nasional: Juara Penekan Kemiskinan dan Stunting
Keberhasilan intervensi sosial pemerintah mendapat pengakuan tertinggi di level nasional. Wali Kota Agung Nugroho dianugerahi Peringkat Kedua Nasional pada Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan signifikan Pemkot Pekanbaru dalam menekan angka kemiskinan ekstrem dan menurunkan prevalensi stunting melalui kebijakan yang tepat sasaran.
Akselerasi Program Strategis Nasional (PSN) di Pekanbaru
Pemerintah Kota Pekanbaru bertindak cepat dalam mengimplementasikan kebijakan pusat ke tingkat daerah dengan hasil yang terukur:
Ketahanan Pangan: Telah beroperasi 27 dapur umum untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Setiap dapur umum mampu memproduksi 3.000 hingga 3.500 porsi per hari guna memastikan asupan gizi pelajar dan ibu hamil terpenuhi.
Ekonomi Kerakyatan: Pembentukan 83 Koperasi Merah Putih berbadan hukum di setiap kelurahan sebagai motor penggerak ekonomi mikro dan wadah pemberdayaan warga.
Digitalisasi Pendidikan: Ruang kelas di sekolah negeri kini mulai dilengkapi dengan smartboard (papan tulis pintar). Sementara itu, proyek Sekolah Rakyat terus digesa; lahan telah siap, dan aktivitas belajar mengajar sementara telah dimulai di Sentra Abiseka milik Kemensos.
Hunian Layak dan Energi Domestik: Pembangunan 42 unit rumah layak huni baru dan rehabilitasi 12 unit rumah swadaya telah tuntas. Di sisi lain, kemandirian energi warga diperkuat dengan ketersediaan 20.000 sambungan rumah jaringan gas (gas kota) yang lebih hemat dan aman.
Pengelolaan Sampah Terintegrasi: Penguatan Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) di setiap kelurahan menjadi kunci keberhasilan pengurangan timbulan sampah dari sumbernya sebelum mencapai tempat pemrosesan akhir.
Dengan rentetan keberhasilan ini, Pekanbaru di bawah kepemimpinan Agung-Markarius telah membuktikan bahwa sinergi antara visi lokal dan strategi nasional mampu menciptakan perubahan nyata yang berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. (ADV)
