19.1 C
Indonesia
Jumat, 17 April 2026

Anti Klimaks Laporan Polisi Ormas Kristen terhadap JK

Berita Terbaru

AKTUALONLINE.co.id MEDAN |||
Aksi pelaporan Muhammad Jusuf Kalla (JK) ke Polri semakin terang benderang sebagai gerakan politik. Pasca netizen berhasil menemukan para pelapor merupakan pengurus Parpol yang ada di kubu pemerintah, maka buru- buru ketua harian partai tersebut menyatakan akan memediasi pelapor dengan Muhammad Jusuf Kalla.

Aksi keluar kandang sang ketua harian dengan tawaran mediasi sebagai aksi penyelamatan sang ketua Ormas Kristen yang kini diburu netizen, dan partainya pun terseret.

Maka sang ketua harian mencuci tangan partainya dengan menyatakan tidak ada hubungan partainya dengan aksi Ketua Umum DPP Ormas Kristen yang melaporkan Muhammad Jusuf Kalla yang merupakan Ketua DPP partainya.

Ide mediasi tersebut juga muncul akibat reaksi dari sejumlah pendukung Muhammad Jusuf Kalla yang berencana akan turun ke jalan.

Ketua Umum Ormas Kristen yang semula garang, kini nyalinya ciut dan tidak lagi berani tampil di depan kamera wartawan.

Ketum Ormas Kristen juga menjabat Ketua DPP partai pendukung pemerintah tersebut kini “sembunyi” karena ternyata akrobat politiknya tidak berhasil mengajak umat Kristen ikut gerbong kosongnya.

Bahkan kini mulai muncul sejumlah tokoh Kristen yang mengapresiasi kiprah dan peran Muhammad Jusuf Kalla.

Aksi sang Ketua Umum DPP Ormas Kristen merangkap Ketua DPP partai pendukung pemerintah akhirnya anti klimaks.

Maka ide mediasi dari sang ketua harian partai pendukung pemerintah tersebut sebaiknya tidak perlu ditanggapi oleh Muhammad Jusuf Kalla.

Tidak perlu ada mediasi antara Muhammad Jusuf Kalla dengan elit Ormas dan elit Parpol yang suka lapor- lapor ke Polri. Tidak ada hal ikhwal kegentingan yang memaksa untuk mediasi, terutama yang diinisiasi elit Parpol yang sama dengan pelapor.

Mediasi oleh pihak manapun tidak dibutuhkan, sebab tidak ada persoalan di akar rumput umat Kristen.

Percakapan di media sosial sempat ramai, karena rapat perencanaan aksi laporan polisi dan aksi pelaporannya sengaja diorkestrasi dengan baik dengan pelibatan kamera wartawan dan ekspose massive di media sosial.

Sementara di akar rumput, warga bertarung menghadapi nilai tukar rupiah yang trennya melemah.

Jika Muhammad Jusuf Kalla ingin bersilaturahmi kepada perwakilan umat Protestan dan Katolik, sebaiknya berkunjung ke kantor Persekutuan Gereja- Gereja di Indonesia (PGI) dan Konperensi Wali Gereja (KWI).

Hanya kedua lembaga tersebut yang diakui umat sebagai wadah berhimpun dan berkumpul dan diberi mandat mewakili aspirasi dan suara Protestan dan Katolik di Indonesia.

Pertemuan silaturahmi Muhammad Jusuf Kalla dengan PGI dan KWI sebagai upaya meneguhkan kerukunan antar umat beragama yang saling mengakui dan menerima.

Sekaligus sebagai pesan kepada umat bahwa tidak ada masalah Muhammad Jusuf Kalla dengan umat Protestan dan Katolik.

Pemerintah melalui Polri tidak perlu reaktif dalam menerima laporan polisi terkait isu- isu kerukunan antar umat beragama. Jika ada aksi lapor- lapor seperti yang dilakukan Ormas, tidak harus buru- buru diterima dan diterbitkan laporan polisinya.

Sebagai alat negara yang tugasnya menjaga ketertiban umum, maka laporan polisi Ormas baik dengan massa sedikit atau besar tidak serta merta harus diterima dengan menerbitkan laporan polisi.

Persoalan kerukunan antar umat beragama tidak pernah optimal diselesaikan lewat jalur hukum formal. Masalah kerukunan umat beragama selalu lebih baik diselesaikan dengan dialog, silaturahmi.

Para elit Ormas dan Parpol berhentilah melakukan akrobat politik yang dapat mengganggu kerukunan atar umat beragama. Dunia yang sedang bergolak membutuhkan solidaritas dan soliditas sesama anak bangsa.

Ancaman perang global yang meluas nyata dan kemungkinan terjadi setiap saat, maka persatuan dan kesatuan dari seluruh anak bangsa sebuah keharusan.

Maka para pelapor yang lebih layak sebagai anak atau cucu dari Muhammad Jusuf Kalla sebaiknya merendahkan hatinya, membuang ego pribadi, mengesampingkan kepentingan politiknya, mendatangi dan bertemu dengan Muhammad Jusuf Kalla. Silaturahmi antara anak dan orangtua, setelahnya mencabut laporan polisi.

Sebagai pemeluk agama Kristen yang mengikuti dan meneladani Kristus, maka puncak dari iman Kristen adalah kasih yaitu: “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri”. Kasih hanya dapat diwujudkan dengan pertemuan, dialog, silaturahmi; bukan dengan laporan polisi.||| Antoni Pakpahan

 

Editor : Zul
Sumber : Rell

Baca Selanjutnya

Berita lainnya