Dirut PT. Agrinas Palma Nusantara M. Abdul Ghani. (Foto: Ist/Aktual Online)
AKTUALONLINE.co.id – Labuhan Batu || Baru dua pekan bawah kepemimpinan Direktur Utama (Dirut) M. Abdul Ghani, iklim PT. Agrinas Palma Nusantara langsung berubah menjadi momok menakutkan bagi para pemilik lahan sawit di Indonesia.
Pasalnya, kemampuan M. Abdul Ghani sejak di PTPN II (red. sekarang PTPN I Regional I) yang familiar dengan konflik lahan dan sering dianggap merampok lahan masyarakat demi kepentingan Ciputra sudah mulai dipamerkan ke publik.
Salah satu contohnya terjadi di Labuhan Batu Provinsi Sumatera Utara. Lahan sawit dengan luas sekitar 500 Ha didatangi oleh orang mengaku dan memakai seragam Agrinas.
Tidak ada surat tugas yang jelas diizinkan untuk dilihat maupun difoto, bahkan tanpa dasar hukum yang ditunjukkan oleh petugas mengaku dari Agrinas tersebut ingin langsung mengambil alih kepemilikan lahan.
“Semalam kejadiannya bang. Rame orang itu datang. Bisa pula mau diambilnya lahan sawit kami. Apa hubungan kami sama Agrinas. Ya tidak kami kasihlah, apa hak mereka mau ambil sawit kami. Jangan kebiasaan kali mau nakut-nakuti pengusaha, mau meras, mau merampok. Memang kita dengar juga Dirut Agrinas yang baru ini mantan dari PTPN II, terlibat proyek Citraland yang tanah masyarakat dicaplokin mereka. Kami walau sedikit paham dan tidak bodoh,” beber narasumber yang meminta identitasnya disembunyikan, Rabu (1/4/2026) siang.
Sementara itu, Dirut PT. Agrinas Palma Nusantara M. Abdul Ghani hingga berita ini diterbitkan tidak dapat dihubungi. Memang, ia telah memblokir nomor hp wartawan Aktual Online karena terus mencecar soal keterlibatannya dalam kasus proyek Deli Megapolitan Citraland.
Sementara itu, Ketua Cahaya Kemenangan Prabowo Jauli Manalu mengatakan bahwa pihaknya sudah protes soal pengangkatan M. Abdul Ghani jadi Dirut Agrinas. Ia takut, penunjukkan tersebut hanya merupakan taktik untuk menjatuhkan Presiden RI Prabowo Subianto karena dianggap memelihara mafia tanah di tubuh BUMN.
“Orang sudah menganggap Prabowo salah karena Abdul Ghani jadi Dirut Agrinas. Padahal pak Prabowo belum tahu ini. Belum tahu juga masalah Ghani di kasus Citraland,” tegasnya.
Menurut Jauli Manalu, jika M. Abdul Ghani tidak diganti, maka akan terjadi bencana lain dalam tubuh Agrinas ke depannya.
Di sisi lain, Jauli Manalu curiga bahwa pengangkatan M. Abdul Ghani ini merupakan upah atas perjuangannya meloloskan proyek Deli Megapolitan Citraland PT. Ciputra yang sudah berkali-kali ditolak, serta berhasil menyimpan nama-nama pejabat di tingkat pusat yang terlibat dalam pusaran prahara tersebut.|| Prasetiyo




