AKTUALONLINE.co.id ACEH TAMIANG |||
Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai agen perubahan di lingkungan akademik, tetapi juga sebagai penggerak pemulihan lingkungan di tengah masyarakat.
Hal inilah yang diwujudkan oleh Tim Program Mahasiswa Berdampak (PMB) Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah melalui kegiatan pengamanan jalur penyebrangan warga di jembatan gantung sementara pasca putusnya jembatan permanen yang mengubungkan Desa Lubuk Sidup dengan Desa Aras Sembilan.
Prajurit TNI AD membangun jembatan gantung dengan panjang sekitar 120 meter di atas Sungai Tamiang di Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang yang putus akibat diterjang banjir. Pembangunan jembatan gantung sementara di Desa Lubuk Sidup, Aceh Tamiang, melibatkan prajurit TNI AD dari jajaran Kodim 0117/Aceh Tamiang, Brigif 25/Siwah (Kodam Iskandar Muda), dan Korem 011/Lilawangsa. Mereka berkolaborasi dengan Vertical Rescue Indonesia (VRI) dan masyarakat untuk memulihkan akses yang putus akibat banjir bandang.
Fokus Kegiatan yaitu Mendirikan fondasi, memasang tiang, membentangkan tali besi, dan memasang pijakan jembatan dengan tujuan memulihkan akses penghubung antara Desa Lubuk Sidup (Kecamatan Sekerak) dan Desa Aras Sembilan (Kecamatan Bandar Pusaka). Proyek ini merupakan langkah cepat untuk memulihkan mobilitas dan roda perekonomian warga pasca bencana.

Mahasiswa UMN Al Washliyah dalam Program Mahasiswa Berdampak Melakukan Kegiatan Pengamanan Jalur Penyebrangan Warga di Jembatan Gantung Sementara Pasca Putusnya Jembatan Permanen yang Mengubungkan Desa Lubuk Sidup dengan Desa Aras Sembilan yang dilaksanakan pada Senin, 09 Maret 2026. Melalui kegiatan ini, mahasiswa turut membantu masyarakat terdampak sebagai wujud nyata pengabdian dan keperdulian dalam meningkatkan keselamatan dan keamanan warga, terutama pelajar, yang melintasi jembatan gantung sementara serta membantu kelancaran akses mobilitas warga desa Lubuk Sidup dan Desa Aras Sembilan di tengah situasi darurat pasca bencana jembatan putus.
Kehadiran mahasiswan merupakan bentuk pengabdian masyarakat yang berfokus pada mitigasi risiko sosial dan keselamatan warga masyarakat korban banjir.
Akses jembatan yang putus mengakibatkan masalah besar bagi warga khususnya warga dssa aras sembilan yang jalan utama untuk melakukan aktivitas harus melewati desa Lubuk Sidup.
Mahasiswa bersama relawan TNI Angkatan Darat membantu pengamanan warga yang ingin menyeberangan jalan menggunakan jembatan gantung maupun perahu getek milik warga dan Pemda setempat.
Hingga saat ini, program telah menjangkau masyarakat terdampak bencana di wilayah Desa Lubuk Sidup Kecamatan Sekerak Kabupaten Aceh Tamiang.
Masyarakat pun memberikan respons positif dan berharap program serupa dapat dilanjutkan untuk mendukung pemulihan jangka panjang.
Mahasiswa Berdampak diharapkan menjadi model kolaborasi kampus masyarakat yang dapat diadopsi oleh perguruan tinggi lain dalam menjawab tantangan bencana dan krisis kemanusiaan di Indonesia.
||| Zul
Editor : Zul
Sumber : Leni Handayani (Dosen Fakultas Pertanian UMN Al-Washliyah)
