26.8 C
Indonesia
Minggu, 19 April 2026

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat dengan cara yang sederhana dan efektif, Mahasiswa Berdampak UMN Al-Washliyah Berdayakan Warga Desa Lubuk Sidup

Berita Terbaru

AKTUALONLINE.co.id ACEH TAMIANG |||
Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi hadir di Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang (05/03/2026).

Mini garden, atau kebun mini, merupakan salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan cara yang sederhana dan efektif.

Dengan memanfaatkan lahan yang terbatas, mini garden dapat menjadi sumber tanaman hias, tanaman obat, dan bahkan sumber pendapatan bagi masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penghijauan dan pengelolaan limbah.

Melihat situasi ini, sosialisasi mengenai konsep mini garden muncul sebagai salah satu solusi yang relevan dan praktis untuk mengurangi ketergantungan pada harga pasar. Mini garden adalah cara memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah untuk menanam sayuran dan tanaman pangan lainnya. Program ini tidak hanya bertujuan untuk menyediakan kebutuhan pangan secara mandiri, tetapi juga meningkatkan ketahanan pangan lokal di tengah fluktuasi harga yang tak terduga.

Di desa Lubuk Sidup, warga dihimbau untuk menjalankan konsep ini karena manfaatnya yang jelas. Dengan biaya yang relatif rendah, warga dapat menanam berbagai jenis tanaman seperti cabai, tomat, bayam, dan kangkung di pekarangan rumah. Hasil panen dari mini garden dapat digunakan untuk konsumsi sehari-hari atau bahkan dijual untuk menambah penghasilan.

Sosialisasi mengenai mini garden di Desa Lubuk Sidup juga melibatkan pelatihan teknis tentang cara menanam secara efisien, penggunaan pupuk organik, dan pemeliharaan tanaman agar produktivitasnya maksimal. Selain itu, gerakan ini turut mendorong kesadaran lingkungan dengan mengajak warga mengurangi penggunaan pestisida dan mengelola sampah organik untuk dijadikan kompos.

Dengan hadirnya mini garden, harapannya adalah warga Lubuk Sidup dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pokok, sehingga dampak kenaikan harga pasar dapat ditekan, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat.

Pelaksanaan kegiatan pada tanggal 05 Maret 2025. Sebelum melakukan sosialisasi mengenai mini garden, kami terlebih dahulu mengadakan rembuk bersama warga Desa Lubuk Sidup untuk memahami secara mendalam permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat setempat.

Dalam diskusi ini, salah satu masalah utama yang terungkap adalah kenaikan harga bahan pokok, khususnya cabai, tomat, dan berbagai jenis bawang pasca banjir. Kenaikan harga ini memberikan dampak signifikan, terutama bagi warga yang bergantung pada bahan-bahan tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.

Keterbatasan akses terhadap bahan pokok akibat harga yang terus melambung membuat banyak warga merasa kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan mereka. Melalui kegiatan mahasiswa berdampak ini, kami berusaha mencari solusi yang dapat memberdayakan warga secara mandiri dan berkelanjutan, sehingga mereka tidak terlalu bergantung pada fluktuasi harga pasar.

Salah satu solusi yang kemudian disepakati adalah pengenalan dan sosialisasi konsep mini garden, di mana warga dapat memanfaatkan lahan kecil di pekarangan rumah untuk menanam bahan pangan sendiri, seperti cabai, tomat, dan kacang panjang, sawi guna mengurangi beban akibat kenaikan harga tersebut.

Tujuan adanya program mini garden adalah untuk : Meningkatkan Ketahanan Pangan Lokal. Program mini garden bertujuan untuk membantu masyarakat desa memproduksi sendiri sebagian kebutuhan pangan mereka, seperti sayuran dan rempah-rempah. Dengan demikian, masyarakat dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasar dan fluktuasi harga bahan pokok, terutama saat harga cabai, tomat, dan bawang naik.

Mengoptimalkan Pemanfaatan Lahan Terbatas Program ini memotivasi warga desa untuk memanfaatkan lahan kecil di sekitar rumah, seperti pekarangan atau lahan kosong, yang sebelumnya tidak dimanfaatkan. Penggunaan lahan ini dapat memberikan manfaat ekonomi dan ekologis bagi warga dengan memproduksi bahan pangan secara mandiri. Meningkatkan Keterampilan dan Pengetahuan Pertanian Masyarakat, tim Mahasiswa berdampak memberikan edukasi tentang teknik pertanian sederhana, seperti penanaman, perawatan tanaman, serta penggunaan pupuk organik.

Pengetahuan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat agar lebih mandiri dalam bercocok tanam dan memahami praktik pertanian yang ramah lingkungan. Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Selain sebagai upaya pemberdayaan ekonomi, program mini garden juga mendorong warga Lubuk Sidup untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan mengurangi penggunaan pestisida kimia, mendaur ulang sampah organik, serta menciptakan ruang hijau yang lebih sehat dan produktif di lingkungan sekitar.

Menambah Sumber Penghasilan Warga Hasil panen dari mini garden tidak hanya dapat digunakan untuk konsumsi pribadi, tetapi juga berpotensi dijual untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Dengan adanya pemasukan tambahan, warga desa Lubuk Sisup bisa lebih sejahterah dan memiliki akses lebih baik terhadap kebutuhan sehari-hari. Mengurangi Dampak Ekonomi Akibat Kenaikan Harga Pangan Dengan menanam sendiri bahan-bahan pokok seperti cabai, tomat, dan bawang, warga tidak perlu terlalu khawatir dengan kenaikan harga di pasar. Program ini membantu mengurangi beban ekonomi yang dirasakan akibat fluktuasi harga, terutama pada kelompok masyarakat yang rentan. Program mini garden ini diharapkan dapat menjadi solusi yang berkelanjutan bagi pemberdayaan masyarakat desa Lubuk Sidup, dengan memberikan manfaat jangka panjang dalam aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.||| Zul

 

Editor : Zul
Sumber : Leni Handayani (Dosen Fakultas Pertanian UMN Al-Washliyah)

Baca Selanjutnya

Berita lainnya