AKTUALONLINE.co.id MEDAN |||
Tim Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah melaksanakan simulasi penerapan teknologi tepat guna melalui Program Mahasiswa Berdampak untuk pemberdayaan masyarakat dalam pemulihan dampak bencana di Sumatera tahun 2026. Kegiatan ini dipusatkan di Desa Lubuk Sidup Kecamatan Sekerak Kabupaten Aceh Tamiang.

Program tersebut dipimpin oleh Dr.Leni Handayani,SP,MSi bersama tim dosen dan mahasiswa, dengan fokus pada penerapan teknologi fermentasi Pupuk Organik Cair dan Pembuatan Eco Enzyme. Inovasi ini ditujukan untuk mendukung pemulihan sektor pertanian masyarakat yang terdampak banjir.
Dalam kegiatan tersebut, tim UMN Al-Washliyah menyerahkan sejumlah peralatan teknologi tepat guna kepada masyarakat, di antaranya mesin pencacah rumput (chopper). Bantuan ini diharapkan mampu membantu warga kembali bangkit melalui sektor pertanian berbasis potensi lokal.
Selain penyerahan alat, tim pengabdian juga menyediakan bibit tanaman seperti cabai, terung, timun dan jagung yang ditanam mahasiswa di lahan kelompok tani. Dari sektor pertanian, mahasiswa melakukan demonstrasi pembuatan Pupuk Organik untuk tanaman hortikultura di wilayah sebagai upaya menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas lahan pasca banjir.
Pelaksanaan program dipusatkan di Lubuk Sidup, Aceh Tamiang karena wilayah tersebut berbatasan langsung dengan Sungai, sehingga memiliki potensi sumber daya alam sekaligus tingkat kerawanan tinggi terhadap banjir. Sebelum bencana terjadi, mayoritas warga menggantungkan hidup dari pertanian hortikultura, kebun, serta beberapa hewan peliharaan seperti Sapi, Kerbau
Kegiatan Mahasiswa Berdampak ini berlangsung sejak 04 Februari hingga 20 Maret 2026, masa yang panjang untuk melakukan pengabdian tim dosen dan mahasiswa agar seluruh kegiatan dapat dilaksanakan sesuai dengan target pencapaian misi mahasiswa berdampak. Kegiatan ini melibatkan dua kelompok usaha masyarakat sebagai mitra, yakni Kelompok Tani Lubuk Madu Sembilan dan Kelompok Usaha Bersama. Tim dosen yang terlibat terdiri atas Dr. Leni Handayani, SP, MSi sebagai ketua, bersama Sri Wahyuni, S.Si, MSi serta Dian Habibie, SP, MP, yang memiliki kepakaran di bidang Agribisnis, mikrobiologi, teknologi pertanian, serta perkebunan
Kepala Desa Lubuk Sidup, Datok Ibrahim Lubis, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai program ini memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam penerapan fermentasi limbah organik menjadi pupuk
“Program ini menjadi solusi dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Inovasi pengolahan limbah juga memberi wawasan baru dalam memanfaatkan lahan bekas banjir yang tertimbun lumpur,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut agar masyarakat semakin siap menghadapi tantangan krisis di masa mendatang serta mampu memanfaatkan teknologi sederhana untuk meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi rumah tangga.||| Red
Editor : Zul
Sumber : Dr.Leni Handayani,SP,MSi




