Today

Wakil Ketua GP Anshor Sumut Desak Kapolrestabes Medan 2×24 Jam Usut Kasus Penyerangan Rumah Acil Lubis

Wakil Ketua GP Anshor Sumut Dr. H. Ficki Padli Pardede, M.A. (Foto: Ist/Aktual Online)

 

AKTUALONLINE.co.id – Medan || Wakil Ketua Gerakan Pemuda (GP) Anshor Sumut Dr. H. Ficki Padli Pardede, M.A mendesak Kapolrestabes Kota Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak untuk mengusut tuntas kasus penyerangan rumah Advokat juga Aktivis Acil Lubis dalam waktu 2×24 jam.

Ficki, Sabtu (21/2/2026) kemarin meminta polisi dapat menangkap pelaku juga aktor intelektual penyerangan rumah Advokat dan Aktivis Acil Lubis yang terjadi pada Minggu 15 Februari 2026 lalu.

Simak pernyataan Wakil Ketua Gerakan Pemuda (GP) Anshor Sumut Dr. H. Ficki Padli Pardede, M.A melalui tayangan berikut:

“(Red. Saya) meminta kepada Bapak Kapolrestabes Medan untuk menangkap dan mengusut tuntas kasus penyerangan yang telah dilakukan oleh orang tidak dikenal ke rumah abang kami, saudara kami, rekan kami, abangnda senior Acil Lubis atau abangnda advokat Acil Lubis yang juga Aktivis ’98. Kami minta dalam waktu 2×24 jam sudah bisa diusut tuntas termasuk aktor intelektual yang telah melakukan penyerangan ke rumah saudara Acil Lubis tersebut,” tegasnya.

Ia pun mengingatkan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak bahwa GP Anshor Sumut berada bersama Advokat dan Aktivis Acil Lubis hingga kasus penyerangan yang mengakibatkan FZ seorang anak mengalami retak tulang tangan kanan.

Sebelumnya, Advokat Acil Lubis mengatakan tidak mengetahui motif dibalik penyerangan rumahnya yang mengakibatkan seorang anak bernama FZ mengalami retak tangan akibat terkena lemparan besi dari OTK.
‎”Sore itu bang, tiba-tiba sekitar 30 orang atau 9 sepeda motor datang menyerang, dua sepeda motor memaksa masuk ke dalam gerbang komplek yang diportal. Salah satu yang dilemparnya ada besi, itu kena FZ anak usia 6 tahun anak tetangga yang lagi main di rumah,” terangnya, Rabu 18 Februari 2026 lalu.

READ  Kembangkan Digitalisasi UMKM, Wujud Konkret Bobby Nasution Tunaikan Janji

‎Lanjut Acil Lubis, ia tidak memahami aksi ektrem yang dilakukan puluhan OTK tersebut di ruang privat dan tanpa motif yang jelas namun mengancam nyawa anak-anak maupun setiap orang di lokasi kejadian.

‎‎Di sisi lain, Agus selaku keluarga dari FZ anak usia 6 tahun yang tangannya retak akibat diserang OTK menyampaikan harapan yang besar kepada kepolisian untuk segera menangkap para pelaku.

‎Jika dibiarkan maka peristiwa serupa akan terulang kembali di rumah-rumah warga yang lain sehingga menimbulkan keresahan bagi banyak orang.

‎”Saya mohon pak Kapolrestabes Medan serius. Kami sering melihat bapak di media massa dan media sosial. Fokus memberantas kejahatan. Kasus yang menimpa keluarga kami sampai tangan FZ retak dilempar besi OTK pasti kecil buat bapak. Kami mohon atensi pak, tangkap pelakunya,” ungkap Agus.

‎Guna memperkuat harapan tersebut Agus mengaku telah membuat laporan ke Polrestabes Medan supaya semua pelaku dapat segera ditangkap.|| Prasetiyo

Related Post