Today

Genap Sebulan Tersangka Percobaan Pembunuhan Nenek Saudah Belum Ditangkap, Fahrul Rozi Harahap: Copot Irjen Pol Gatot Tri Suryanta

Praktisi Hukum dan Aktivis Fahrul Rozi Harahap dengan latar belakang korban percobaan pembunuhan nenek Saudah dan Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta. (Grafis: Tim Aktual Online)

 

 

AKTUALONELINE.co.id – Sumatera Barat || Genap satu bulan, tapi Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) belum juga mampu menangkap 3 tersangka lain yang sebut-sebut terlibat kasus percobaan pembunuhan nenek Saudah karena menolak aktivitas tambang emas ilegal masuk ke lahan miliknya.

Padahal, menurut Praktisi Hukum Fahrul Rozi Harahap, banyak orang yang bisa dijadikan diperiksa sebagai saksi mengungkap kasus nenek Saudah serta membuka lebar fakta tambang emas ilegal di Pasaman.

Apalagi orang-orang tersebut muncul dan mengaku sendiri atas aktivitas tambang emas ilegal yang mereka jalankan serta melakukan perlawanan dengan aksi demonstrasi menolak ditutupnya lokasi kegiatan yang merusak lingkungan.

Sayangnya, jajaran Polda Sumbar tidak berani menyentuh orang-orang itu. Malah memfasilitasi mereka untuk diberi izin melakukan tambang emas tanpa mengkaji terlebih dahulu dampak negatif ke depannya. Pasalnya, bukan hanya tambang emas ilegal yang dikerjakan karena kebutuhan ekonomi. Ada pembalakan liar, penangkapan ikan ilegal, perdagangan manusia hingga penjualan Narkoba pasti akan meminta tempat yang sama di Sumatera Barat untuk dilindungi.

“Sudah genap satu bulan. Tersangka lain belum juga ditangkap. Yang terang-terangan mengaku menjalankan tambang emas ilegal juga tidak ditangkap, malah mau difasilitasi agar bisa legal. Ini menunjukkan ketidakmampuan Kapolda Sumbar. Saya mendesak Kapolri Copot Irjen Pol Gatot Tri Suryanta,” tegasnya, Jumat (30/1/2026) pagi.

Tindakan yang dilakukan Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta dinilai telah merusak kepercayaan publik atas kasus yang menimpa masyarakat lemah. Hukum tidak bisa ditegakkan karena adanya tekanan para pemburu kekayaan dengan memanfaatkan masyarakat ekonomi lemah untuk melakukan aksi perlawanan.

READ  Jangan Buat Kasus Nenek Saudah jadi 'Dracin', Fahrul Rozi Harahap: Copot Kapolda Sumbar dan Jajaran

Aktor intelektual tambang emas ilegal di Pasaman bukan dijalankan oleh masyarakat setempat. Hal itu dibuktikan dengan adanya alat-alat berat di lokasi pertambangan emas ilegal. Jika benar mengaku susah, tentu penambangan tidak dilakukan dengan mesin-mesin melainkan secara tradisional.

“Saya kira ada pembodohan publik yang berusaha diciptakan oleh orang-orang berkepentingan. Solusinya, copot itu Kapolda Sumbar. Pakai logika saja, kalau masyarakat mengaku miskin, butuh untuk makan, mengapa bisa menggunakan mesin-mesin besar menambang emas secara ilegal. Mengapa uangnya tidak beli makan saja, dan menjalankan bisnis yang tidak merusak alam. Ada aktor intelektual yang berusaha ditutupi dalam tambang emas ilegal ini, dan momen ini dimanfaatkan untuk memperoleh izin,” sindirnya.

Sementara Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta yang dikonfirmasi Aktual Online, hingga berita ini diterbitkan belum mau memberi keterangan soal belum ditangkapnya 3 tersangka lain dalam kasus percobaan pembunuhan nenek Saudah serta soal kajiannya mengenai usulan lokasi tambang rakyat yang ia lobi ke Kementerian ESDM.|| Prasetiyo

Related Post