Today

Jangan Buat Kasus Nenek Saudah jadi ‘Dracin’, Fahrul Rozi Harahap: Copot Kapolda Sumbar dan Jajaran

Praktisi Hukum dan Aktivis Fahrul Rozi Harahap (kanan) dengan latar belakang Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta dan nenek Saudah. (Grafis: Tim Aktual Online)

 

 

AKTUALONLINE.co.id – Sumatera Barat || Praktisi Hukum yang juga aktivis Fahrul Rozi Harahap terus mengingatkan agar Polda Sumatera Barat (Sumbar) dan jajarannya tidak menjadikan kasus percobaan pembunuhan nenek Saudah menjadi drama China (dracin) yang membuat masyarakat gemas hingga suatu saat akan muncul amukan massa.

Hal ini disampaikan Fahrul Rozi Harahap, Kamis (15/1/2026) siang, mengingat mudahnya polisi mengubah perkara percobaan pembunuhan nenek Saudah karena menolak tambah menjadi konflik keluarga. Bahkan, IS selaku mahasiswa yang mengaku-ngaku sebagai pelaku menggiring opini seakan-akan ia menjadi pahlawan yang telah menyelamatkan nenek Saudah.

Mirisnya, keterangan ini diekspos resmi oleh Polres Pasaman tanpa melakukan olah TKP, mengabaikan kesaksian korban, serta menutupi perkara tambang emas ilegal tanpa mendalaminya.

“Kapolda Sumbar Pak Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, saya mengingatkan bapak dan jajaran, jangan jadikan kasus nenek Saudah ini seperti dracin. Masyarakat dan saya khususnya memantau, mengawal kasus ini. Ini bukan konflik keluarga, ini percobaan pembunuhan. Nenek ini menolak tambang emas ilegal. Tanpa ada olah TKP, kesaksian korban diabaikan, masalah tambang ems ilegal pun ditutupi. Ini kan sudah janggal, dan Bapak sudah gagal menjadi Kapolda,” cecar Fahrul Rozi Harahap.

Jika saat ini pihak kepolisian telah berani melakukan ekspos dengan mengesampingkan olah TKP, mengabaikan kesaksian korban dan pendalaman kasus, maka menjadi sebuah tanda bahwa Sumbar saat ini sedang dalam bahaya besar karena polisinya tidak mampu menjamin keselamatan hidup dan keamanan bagi masyarakatnya.

Pantas saja kata Fahrul Rozi Harahap, saat ini masyarakat Sumbar di media sosial secara terang-terangan mengungkap mengungkap keluhan mereka terhadap kinerja polisi. Selain kasus nenek Saudah, ada juga kasus pengeroyokan hingga menyebabkan meninggal dunia warga Pasaman Barat bernama Meri. Sejak akhir 2025 silam hingga 2026 ini, polisi belum juga mampu menemukan pelakunya.

READ  Polrestabes Medan Amankan Gemot dan Pengancam Orangtua

Di kasus nenek Saudah sendiri, memang ada seorang anak muda berinisial IS menyerahkan diri ke polisi, setelah berhasil menggiring opini publik seakan-akan ia melakukan kekerasan akibat makian nenek Saudah, ternyata nenek Saudah mengingat bahwa IS bukan pelaku di lokasi kejadian tempat nenek Saudah hendak dieksekusi.

Anehnya lagi, karena getol memberi pendapat dalam kasus nenek Saudah, Fahrul Rozi Harahap mendapat ancaman dari seseorang mengaku bernama Roni Irawan, yang tidak ia kenal namun terkahir di media massa mengaku sebagai pelaku tambang emas ilegal.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta yang dikonfimasi Aktual Onlin belum memberikan pernyataan apapun terkait kasus nenek Saudah dan desakan massa untuk mencopotnya dari jabatan Kapolda sumbar.|| Prasetiyo

Related Post