AKTUALONLINE.co.id – BINJAI ||| Proyek pembangunan ruang kelas baru dan rehabilitasi ruang kelas di SMP Negeri 14 Binjai menjadi sorotan publik. Pasalnya, setelah berjalan dua bulan, progres pengerjaan proyek ini diperkirakan baru mencapai sekitar 5 persen.
Pantauan di lapangan menunjukkan, proyek yang dimulai sejak 20 Agustus 2025 itu belum memperlihatkan perkembangan signifikan. Hingga akhir Oktober, aktivitas pekerja di lokasi juga tampak minim. Hanya terlihat tumpukan pasir, batu, kayu, dan besi di sekitar area pembangunan.
Padahal, sesuai kontrak, proyek ini harus rampung pada 17 Desember 2025 mendatang.
Berdasarkan data dari laman inaproc, proyek pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas SMP Negeri 14 Binjai memiliki nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp1,8 miliar, bersumber dari APBD Kota Binjai Tahun Anggaran 2025.
Proyek ini diikuti oleh 30 perusahaan dalam proses tender. Namun, hanya dua perusahaan yang mengajukan penawaran, yakni PT Moko Panca Putra dengan nilai Rp1.582.458.464 dan CV Sinar Jaya Abadi dengan penawaran Rp1.783.234.011.
Setelah evaluasi, CV Sinar Jaya Abadi, yang beralamat di Jalan Bunga Wijaya Kesuma No. 106 Komplek Perum Luckville Casita Blok 5, Kelurahan PB Selayang II, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, ditetapkan sebagai pemenang tender.
Sementara itu, PT Moko Panca Putra dinyatakan gugur karena tidak memenuhi persyaratan teknis, di antaranya:
a) Tidak mengunggah bukti kepemilikan peralatan (milik sendiri, sewa beli, atau sewa), dan
b) Tidak melampirkan daftar riwayat pengalaman kerja serta sertifikat kompetensi kerja (SKA/SKT) personel manajerial.
Adapun volume pekerjaan proyek meliputi pembangunan ruang kelas baru dan rehabilitasi ruang kelas masing-masing seluas 24,55 meter x 7,62 meter.
Lambatnya progres proyek ini dibenarkan oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai, Sofyan Siregar. “Soal progres, baik berdasarkan laporan maupun kondisi di lapangan, memang masih sangat rendah,” ujar Sofyan kepada wartawan, Selasa (28/10/2025).
Sofyan menambahkan, pihaknya telah tiga kali melayangkan surat peringatan kepada pihak rekanan agar mempercepat pengerjaan proyek tersebut. “Sudah tiga kali kami kirim surat peringatan kepada pemenang tender agar pekerjaan dipercepat,” katanya.
Meski demikian, pihak kontraktor masih meyakinkan Dinas Pendidikan bahwa proyek tersebut akan selesai tepat waktu, sesuai target 17 Desember 2025.




