Today

Pembiaran Kerusakan Sarpras Pusat Pasar Medan Diduga Jebakan Dirop untuk Plt. Dirut

Prase Tiyo

Plt. Dirut PUD Pasar Medan Imam Abdul Hadi dan Dirop Ismail Pardede (dari kanan ke kiri). (Foto: Ist/Aktual Online)

 

 

 

AKTUALONLINE.co.id – Medan || Permasalahan kerusakan sarana dan prasarana (sarpras) Pusat Pasar bukanlah perkara baru, dan gara-gara itu Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar Medan yang kala itu dijabat oleh Suwarno dipecat oleh Wali Kota Medan era Bobby Afif Nasution.

Meski jabatan Plt Dirut PUD Pasar Medan bergeser ke Imam Abdul Hadi, kerusakan sapras di Pusat Pasar tidak kunjung diperbaiki. Bahkan puluhan pedagang telah turun ke jalan menyuarakan kondisi parah lapak mereka.

Mengamati peristiwa tersebut, Korwil Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Gandi Parapat mengatakan bahwa Direktur Operasional (Dirop) PUD Pasar Ismail Pardede patut dicurigai atas pembiaran kerusakan sarpras di Pusat Pasar dan diduga dijadikan alat untuk menjebak Plt. Dirut Imam Abdul Hadi agar tergeser dari jabatannya.

Pasalnya, Ismail Pardede telah lama menjabat sebagai Dirop dan mengetahui betul kerusakan sarpras di Pusat Pasar telah terjadi sebelum masa Plt. Dirut PUD Pasar Imam Abdul Hadi. Namun, hingga kini masalah itu dibiarkan saja hingga memantik gerakan perlawan dari para pedagang.

“Mengapa Imam Abdul Hadi yang ikut diamuk pedagang. Ok lah kalau alasannya karena dia Plt Dirut. Tapi, coba ingat, siapa Dirop yang menjabat, sejak kapan dan tugasnya apa. Kami menduga pembiaran kerusakan sarpras di Pusat Pasar ini jebakan Dirop untuk Plt. Dirut,” cecar Gandi Parapat, Senin (30/6/2025) siang.

Lanjutnya, jika memang bukan jebakan, harusnya kerusakan di Pusat Pasar dapat langsung diatasi usai pemecatan dirut. Apalagi, para pedagang mengaku membayar retribusi dengan besaran mulai dari Rp100 ribu perkios perbulannya untuk biaya perawatan.

READ  Kapas Lau Cih dan Dirop PUD Pasar Medan Diduga Kerjasama Mainkan Kutipan Harian, Hasilkan Rp360 Juta per Bulan

“Pertanyaannya berapa uang perawatan yang terkumpul, kemana perginya. Kan harusnya transparan. Dirop kerjanya apa. Apa dia memungkiri bahwa soal kerusakan ini bukan tanggungjawabnya. Saat masa Plt Dirut Imam Abdul Hadi apakah sudah memberi masukan. Jika belum, mengapa belum. Jika sudah mengapa keluhan pedagang tidak direalisasi. Kan nampak sebenarnya masalah pembiaran kerusakan sarpras ini ada di Plt Dirut atau Diropnya. Atau pecat saja dua-duanya. Jadi jangan saling tuduh. Toh, memang tidak becus kerja,” papar Gandi Parapat menganalogikan.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Dirop PUD Pasar Medan Ismail Pardede belum memberikan tanggapannya soal kritik tajam Korwil PMPHI Gandi Parapat kepadanya.

Diketahui, desakan para pedagang Pusat Pasar agar Wali Kota Medan Rico Waas untuk segera memecat Plt Dirut PUD Pasar Medan Imam Abdul Hadi dan Dirop Ismail Pardede belum juga digubris. Akibatnya, pembiaran kerusakan sarpras di Pusat Pasar terus berlanjut.|| Prasetiyo

Related Post