Kolase foto Dirop PUD Pasar Medan Ismail Pardede (kiri) dan Aktivis ’98 Acil Lubis (kanan). (Foto: Ist/Aktual Online)
AKTUALONLINE.co.id – Medan || Direktur Operasional Perusahaan Umum Daerah (Dirop) PUD Pasar Medan Ismail Pardede bawa-bawa nama Allah saat dikonfirmasi soal isu kutipan dan nepotisme.
Ismail lebih memilih jalan pintas dengan menjawab bahwa Allah maha mengetahui, tanpa memberi kejelasan soal dugaan permainan kutipan harian yang terjadi di Pasar Induk Lau Cih maupun soal anak dan adik yang kompak masuk mengisi jabatan di PUD Pasar Medan.
“ALLAH MAHA TAU APA YG MENJADI NIATÂ YG DIPERBUAT MANUSIA,” ungkapnya dalam aplikasi perpesanan dengan memakai huruf kapital, Sabtu 3 Mei 2025 lalu.
Memang, dalam catatan investigasi Aktual Online, Dirop PUD Pasar Medan Ismail Pardede familiar dengan masalah penggelapan uang. Tahun 2024, ia pernah memanipulasi bon serta lokasi perawatan mobil dinas.
Sementara itu, Aktivis ’98 Acil Lubis, Rabu (7/5/2025) pagi, mengaku sangat menyayangkan isu negatif yang menyerang Dirop PUD Pasar Medan Ismail Pardede. Ia meyakini isu tersebut tidak akan tumbuh dan beredar jika tidak karena keresahan para pedagang.
Satu-satunya cara untuk mengatasi persoalan ini adalah dengan menonaktifkan Dirop PUD Pasar Medan sebelum gelombang demonstrasi tahun 2024 terjadi lagi hingga menumbangkan dirut yang lama.
“Bisa saja ini dianggap isu oleh publik. Tapi, pedagang pasti merasakannya. Bagaimana mereka dikutip, lalu uangnya untuk apa. Ditambah isu nepotisme. APH harus periksa, Wali Kota Medan Rico Waas juga harus nonaktifkan dulu, biar pemeriksaannya dapat berjalan tanpa intervensi,” tegasnya.
Apalagi, kata Acil Lubis fakta permainan anggaran perawatan mobil yang dilakukan Dirop PUD Pasar Medan Ismail Pardede, sudah bisa menjadi bukti serta langkah awal yang kuat bagi dewan pengawas untuk segera menonaktifkannya.|| Prasetiyo
