Pengacara Hendri Saputra Manalu (kaos biru tua) saat berkumpul bersama keluarga. (Foto: Ist/Aktual Online)
#EdisiLebaran
AKTUALONLINE.co.id – Medan || Ada banyak cara yang dipilih orang-orang dalam merayakan Idul Fitri 1446 H mereka. Salah seorang diantaranya, Pengacara Hendri Saputra Manalu.
Lebaran Idul Fitri yang diungkapkannya sebagai momen spesial umat Islam usai berpuasa satu bulan penuh, ia bersama anak dan istrinya memilih mudik untuk berjumpa dengan orang tua dan mempererat silaturahmi dengan keluarga di kampung halaman.
“Saya secara pribadi melihat momen lebaran Idul Fitri sebagai waktu yang hikmat menjalin silaturahmi dengan keluarga dan sanak saudara. Saya pribadi pulang ke rumah orang tua di Bagan Batu Riau,” ungkapnya, Minggu (30/4/2025) pagi.
Menurut Hendri Saputra Manalu, meski selalu berkomunikasi setiap waktu, namun mengunjungi orangtua saat lebaran dapat menambah energi positif dan berkah hidup tersendiri.
Bagaimana tidak, usai menjalankan ibadah sholat Ied, keluarga besar Hendri Saputra Manalu biasanya menyiapkan waktu khusus untuk sungkeman dengan orang tua.
Tentu saja hati para orang tua senang karena melihat anak-anak mereka kumpul seperti itu. Sungguh, Momen mahal semacam ini tidak dapat dibayar dengan apapun.
Setelah saling bermaafan, ternyata ada momen paling ditunggu-tunggu, yakni mencicipi hidangan besar lebaran buatan orangtua.
Nah, kalau di kampung, Hendri Saputra Manalu biasanya mengincar Sambal Tuktuk Andaliman buatan ibunda untuk dimakan dengan nasi. Baginya, sambal ini memiliki cita rasa yang unik dan tidak bisa dilupakan. Kalau ada menu ini, pasti makan tambah lahap.
“Makanan spesial yang paling saya suka itu sambal Tuktuk andaliman. Makanan ini menjadi ciri khas karena memiliki cita rasa yang unik. Setiap momen besar seperti lebaran Makanan ini menjadi pelengkap di hari bahagia Idul Fitri,” terangnya.
Hal spesial lainnya di lebaran tahun 2025 ini menurut Hendri Saputra Manalu adalah semua lapisan masyarakat dari latar belakangan organisasi berbeda, merayakan Idul Fitri secara bersama-sama.
Bagaimana lebaran kamu. Makanan apa yang kau buru saat Idul Fitri ini. Yang jelas mari saling bermaafan, mohon maaf lahir dan bathin. Bagi yang mudik tetap jaga kesehatan, hati-hati di jalan dan semoga selamat sampai di tujuan.|| Prasetiyo




