Today

Solusi Kemacetan Air Bersih di Sumatera Utara

Prase Tiyo

AKTUALONLINE.co.id – Perspektif || Di sebagian wilayah Sumatera Utara, masih ada daerah yang belum merdeka dari sumber air bersih. Meskipun telah ada Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi namun tetap saja ada warga yang mengeluhkan pasokan air kurang atau air yang disalurkan kotor hingga tidak laik untuk dikonsumsi.

Contoh terdekat, jelang akhir tahun 2024 silam. Hujan deras dan bencana longsor tiba-tiba menghantam pipa-pipa jaringan air Tirtanadi. Masyarakat puntang-panting memikirkan sumber air yang harus mereka dapat untuk dipakai aktivitas rumah tangga seperti mencuci, mandi, dan sebagainya.

Bergeser ke wilayah pemukiman yang tinggalnya di tepi laut, sawah atau lokasi yang dekat dengan pembuangan limbah industri, sementara sumber air yang digunakan adalah hasil galian. Ada beberapa resiko penyakit yang harus dihadapi oleh para penduduk karena air yang dipakai belum memiliki jaminan sehat.

Persoalan-persoalan ini merupakan masalah klasik yang timbul, hilang lalu muncul seakan-akan merupakan persoalan baru untuk diselesaikan, sebenarnya tidak. PDAM Tirtanadi merupakan satu-satunya perusahaan air milik negara yang dinilai sedikit lamban menjalankan peluangnya untuk membantu masyarakat mendapatkan air bersih.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan PDAM Tirtanadi. Pertama, dengan melakukan pendataan wilayah dengan akses sulit air bersih. Jika data ini memang ada, penting sekali dipublikasi sebagai bukti konkret eksistensi perusahaan melakukan penelusuran bahwa distribusi air bersih merata atau sebaliknya. Tanpa data ini, maka sama saja perusahaan tidak ada kemauan untuk melakukan ekspansi membantu Masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok air.

Kedua, membuka diri dengan bekerjasama dengan pemerintah setempat atau perusahaan sekitar untuk mencari solusi pengadaan sumber air bersih bagi Masyarakat. Baik itu dengan pengadaan pipanisasi baru ke pemukiman atau semacamnya atau penempatan alat pengubah air kotor menjadi air bersih di lokasi-lokasi pemukiman masyakarat tepi laut, gunung maupun sawah.

READ  Waspadai KPU, Ikut Putusan MK atau Putusan MA (?)

Ketiga, memperbaiki cara penjagaan pipa-pipa saluran air milik PDAM Tirtanadi dengan memonitor, memperbaiki atau menggantinya jika diperlukan. Penting juga adanya pipa cadangan serta petugas siaga untuk dikirimkan ke lokasi kerusakan saluran distribusi air agar masyarakat tidak menunggu lama.

Keempat, membuka diri untuk mendapat kritik serta berupaya merespon cepat keluhan masyarakat. Sejauh ini, PDAM Tirtanadi seperti menjadi perusahaan ekslusif yang satu arah. Keluhan warga terkesan diabaikan atau jikapun ditanggapi membutuhkan waktu yang cukup lama.

Perlu diingat, Ketika warga mengeluh tujuannya hanya satu yakni mendapatkan air bersih maka yang perlu dilakukan PDAM Tirtanadi adalah memenuhi kebutuhannya. Tentu saja sebagai perusahaan plat merah, PDAM Tirtanadi memiliki sumber dana yang cukup untuk menambah armada pengangkut air atau peralatan yang mampu mengeluarkan air bersih bagi masyarakat, sehingga tidak ada aksi protes mandi di kantor PDAM Tirtanadi seperti beberapa tahun silam

Sumatera Utara sebenarnya tidak miskin sumber air. Bahkan, pemerintah pusat telah menggelontorkan dana triliunan untuk membangun bendungan Lau Simeme agar bisa dimanfaatkan untuk pengadaan air bersih. Namun, kemacetan distribusi air bersih akan tetap terjadi jika PDAM Tirtanadi tidak memiliki kemauan memikirkan Masyarakat.|| Tua Abel Sirait (*Penulis adalah Pimpinan Umum Media Aktual Grup)

Related Post