AKTUALONLINE.co.id – Deli Serdang || Sejumlah pengurus dan anggota DPP Forum Bersama Umat Kebangsaan Indonesia (F-BUKI) mengadakan pertemuan dengan Prof Yasonna Laoly di Pangsanggrahan Sola Gratia Jalan Jati Kesuma Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Kedatangan pengurus F-BUKI yang terdiri dari para Pendeta dari Denominasi Gereja, Jumat (14/09/2024) siang untuk memberikan surat dan pengajuan permohonan resmi kepada Prof. Yasonna Laoly dan diterima dengan baik.
Ketua Umum F-BUKI, Pdt Agus Anen menyatakan, pertemuan dengan Yasonna Laoly untuk menyampaikan bahwa F-BUKI memperjuangkan untuk penghapusan SKB Dua Menteri terkait syarat pendirian rumah ibadah dan agar merevisi Pergub No.19 Tahun 2022.
Menurut Pdt Agus Anen, SKB dua menteri selama ini justru kerap dijadikan dalih guna menghambat atau mempersulit upaya kelompok minoritas mendirikan rumah ibadah.
“SKB 2 menteri memang sering jadi penghambat dan alasan bagi kaum kecil (minoritas) membangun rumah Ibadah. Jadi saya memperjuangkan ini agar bagaimanapun kita ini kaum minoritas ingin beribadah dengan tenang dan damai,” ucap Pdt Agus Anen didampingi Sekretaris, Pdt. Apson Situmorang dan Bendahara Pdt. Tongoni Gulo usai pertemuan.
Selanjutnya, Dalam surat tersebut ada 5 poin usulan yang diharapkan oleh F-BUKI agar dapat direkomendasi ke Yasonna Laoly, diantaranya memberikan BPJS ketenagakerjaan kepada Pendeta dan Hamba Tuhan dan para pelayan Gereja Se-Sumatera Utara.
“kemudian pemerintah memberikan atau menyediakan tanah wakaf/kuburan gratis kepada para Pendeta, Hamba Tuhan serta pelayan Gereja seluas disetiap kabupaten/kota se Sumatera Utara dan Memberikan kemudahan fasilitas pendidikan gratis (beasiswa) kepada anak-anak Pendeta, hamba Tuhan dan pelayan Gereja mulai dari tingkat Sekolah Dasar hingga perguruan tinggi dan terkahir memberikan rumah subsidi bagi para Pendeta dan Hamba Tuhan,”tambah Bendahara F-BUKI Pdt. Tongoni Gulo.
Sekretaris F-BUKI Pdt. Apson Situmorang menambahkan, diharapkan Tuhan bisa jawab dengan 5 poin pengajuan yang F-BUKI berikan kepada Yasonna Laoly.
“Karena ini untuk kepentingan Umat dan para Hamba-Hamba Tuhan yang melayani. Kami terus berjuang sampai Tuhan menjawab Doa kami,”tutupnya.
Sementara, Prof Yasonna laoly dalam pertemuan dengan F-BUKI, mengatakan agar bersatu dan berjuang bersama-sama dalam memperjuangkan kepentingan Umat.
“Terkait dengan usulan BPJS gratis kepada para Pendeta dan Hamba Tuhan akan di usulkan kedepannya berkolaborasi dengan pihak BPJS.Tetapi ada beberapa pengurus BPJS sudah ada yang bekerja sama dengan para pengurus Gereja untuk menjejaki masalah ini, namun masih di kaji,”ucap Prof Yasonna Laoly yang pernah menjabat Menteri Hukum dan Ham RI.
Yasonna Laoly mengharapkan kepada seluruh Pendeta dan Hamba Tuhan supaya menjadi ujung tombak kebersamaan kerukunan Umat Beragama.
Pertemuan berjalan lancar dan sukses, di acara penutup dilakukan photo bersama dan jamuan kasih (red.makan). Dalam pertemuan tersebut, hadir juga Anggota DPRD Medan Paul Mei Simanjuntak, Anggota DPRD Sumut 2024 terpilih Landen Marbun.|| Antoni Pakpahan
Editor: Prasetiyo
