Perbandingan kinerja kadis Dinkes Deli Serdang yang sekarang Dan Yang Lama Bagian 1, Warga Menilai
AKTUALONLINE.CO.ID||DeliSerdang
Hampir 2 tahun menjabat ternyata masyarakat melihat sosok dan kinerja kepala dinas kesehatan Deli Serdang serta melakukan perbandingan.
Dari debat kusir yang dilakukan warga , Rabu (7/8/2024) selama menjabat kadis
dr asriludin Tambunan yang memiliki segudang embel embel titelnya, sama sekali belum memberikan goresan tinta emas ataupun mengharumkan kabupaten Deli Serdang di tingkat Propinsi maupun di tingkat Nasional.
Sejak , anak Raja menjadi kepala dinas kesehatan 16 mei 2023 yang lalu dan di percaya paman kandungnya Ashari Tambunan memimpin dinas tersebut, kinerja dr Asriludin Tambunan M keb, Sp.PD, KGEHÂ ini ternyata tak sesuai dengan gelar yang disandangya hingga kini.
Tentu saja, kinerja dr Asriludin berbeda jauh dengan dr Ade Budi krista yang tidak sama sekali memiliki titel dan embel embel di belakang nama dibandingkan dengan asriludin akan tetapi karena kemampuan serta kepintaran nya dalam menyelesaikan masalah tersebut alumni UISU ini mampu mengharumkan nama Deli Serdang bukan saja di tingkat Propinsi akan tetapi di tingkat nasional dengan status covid 19 di level 1 sesuai asesment Kemenkes RI.kepada kabupaten Deli Serdang.
Penilaian yang dilakukan kemenkes RI tersebut semata-mata bukan asal asalan akan tetapi semuanya memakai data yang di update sesuai asesment yang di susun oleh Kemenkes dengan indikator yang jelas, batasan nilai dan sumber data.
Sebelum memberikan nilai ada 2 indikator utama yaitu
1. Indikator transmisi komunitas yang terdiri dari
A. Kasus konfirmasi, untuk Deli Serdang kasus konfirmasi tetap ada setiap hari.walaupun begitu sesuai dengan indikator tersebut .apabila angka kasus baru <<20/100.000 penduduk per Minggu maka tingkat transmisi ada. Di tingkat 1.
2. Indikator kapasitas respon terdiri dari testing, tracking, treatment.
Ke seluruhan ini bisa tercapai karena orkestrasi dipimpin oleh konduktor yang berhasil menciptakan kerjasama dan membuat semua stake holder mempunyai motivasi untuk bekerja keras.
Dampak keberhasilan tersebut, Ashari Tambunan yang merupakan bupati Deli Serdang saat itu merasa bangga atas prestasi tersebut selain mengharumkan nama Deli Serdang juga menjadi catatan sejarah bahwa Deli Serdang mampu menyelesaikan masalah nasional dibandingkan yang lain.
Sebagai bentuk apresiasi bupati kapada para pegawai maupun dokter di dinas kesehatan beliau menitipkan roti kaleng kepada setiap puskesmas.” Terima kasih atas kerja keras kalian sudah capek kalian kerja ya terus bekerja jangan pernah lelah karena amal ibadah kalian itu tak akan sia sia pasti Tuhan lihat semua itu dan jaga terus kekompakan antara pegawai dan pimpinan.” Sebut bupati kepada para pegawai yang saat itu beliau mendatangi puskesmas.
Hal ini berbeda jauh dengan dr Asriludin Tambunan dalam memimpin dinas kesehatan dimana beliau ini dalam melaksanakan tugasnya berbanding terbalik sejak menjabat sebagai kadis, Aci mulai melakukan gebrakan dengan memberhentihkan para tenaga sukarela (TKS)!yang selama puluhan tahun mengabdi, mengumumkan tidak ada pungli baik di puskesmas maupun dinkes.
Namun sepanjang karirnya ternyata, stop pungli yang di dengung dengungkan hanya semu.
Buktinya, mau naik pangkat aja bayar, pemotongan dana BOK, pemotongan dana TPP serta melakukan rotasi pegawai sehingga membuat suasana puskesmas tak nyaman lagi akibat adanya ancaman dipindahkan.
Dampak perbuatan tersebut, ternyata Deli Serdang bukannya mendapat nama harum akan tetapi buruk dengan penilaian kemenkes RI stunting rapot merah.
Dampak rapot merah anehnya, bupati Deli Serdang yang kini dijabat PJ Wiriya Al Rahman bukannya memberikan saksi tegas akan tetapi sebaliknya membiarkan sahabat Aci yang merupakan sayap dr Asriludin Tambunan mengobok obok program puskesmas yang nota benenya program pemerintah.gom




