Today

GMKI Medan: Bilang Sama Yang Mau Naik Itu Gak Usah Maju-maju Kali

Prase Tiyo

Massa GMKI Cabang Medan pose bersama usai aksi turun ke jalan, Senin (5/8/2024) kemarin. (Foto: Ist/Aktual Online)

 

AKTUALONLINE.co.id – Medan II Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Medan kembali mengkritik keras kinerja Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution melalui aksi turun ke jalan dengan membentangkan tulisan menohok mereka.

“Kata-kata hari ini. Bilang sama yang mau naik itu gak usah maju-maju kali kalau gak cinta sama Medan. Paham,” terlihat dalam salah satu spanduk ukuran dua kali dua meter, Senin (5/8/2024) kemarin.

Ketua GMKI Cabang Medan Wendy Sembiring kepada Aktual Online menuturkan maksud ungkapan tersebut adalah bentuk penyadaran terhadap Wali Kota Medan yang gagal dalam menunaikan janji kampanye maupun program yang telah ia buat.

Misalnya soal tingkat pengangguran yang belum ditangani secara efektif, angka putus sekolah masih besar, serta buruknya perencanaan serta pelaksanaan berbagai proyek infrastruktur.

“Pendidikan prioritas dari aksi kami, mengingat upaya kita dalam menanggulangi kebodohan dan kemiskinan. Kami juga menilai proyek yang sudah ada dan yang sedang berlangsung dalam perencanaan dan pelaksanaannya buruk, diduga juga tanpa pengawasan yang ketat dan ini sangat merugikan masyarakat ,” beber Wendy Sembiring dalam alsi yang memblokir separuh badan jalan Iskandar Muda Medan itu.

Wakil Ketua Bidang Aksi dan Pelayanan GMKI Cabang Medan Dandy Sihotang juga menyampaikan bahwa meskipun ada mangkrak, masih ada masyarakat memuja pembangunan yang dikerjakan oleh Wali Kota Medan Bibby Afif Nasution.

Padahal jauh dari lubuk hati terdalam, proyek yang dibangun malah menimbulkan persoalan baru di tengah-tengah masyarakat seperti kemacetan dan kekumuhan kota karena tidak siap-siap.

“Harusnya kan proyek-proyek ini dilaksanakan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat ini malah menciptakan persoalan baru ditengah-tengah masyarakat, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari,” ucapnya.

READ  Pilkada (Bukan) Rasa Pilpres

Begitupun program yang dibuat di penghujung jabatan Bobby Afif Nasution seperti parkir berlangganan. Bukannya menutup kebocoran PAD, malah turut memicu kekacauan karena regulasi yang dianulir menabrak peraturan di atasnya serta hanya mengutamakan cuan dibanding kebutuhan masyarakat.

Hal ini terlihat dari fakta penolakan berbagai elemen masyarakat. Meski banyak tidak setuju dan meminta kebijakan itu dihapus, tetap saja Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution mengabaikan rakyatnya.II Prasetiyo

 

Related Post