Today

WSJ Beauty Digaris Polisi, Tak Ada Aktivitas Sejak Tewasnya Pasien Sedot Lemak

WSJ Beauty yang berada Jalan Ridwan Rais Beiji Kota Depok, Sabtu (3/8/2024) tampak dipasang garis polisi. (Foto: Sozato Gea/ Aktual Online)

AKTUALONLINE.co.id – Jawa Barat II WSJ Beauty yang berada di Jalan Ridwan Rais Beiji Kota Depok saat ini telah dipasangi garis polisi, usai tewasnya Ella Nanda Sari Hasibuan pasien sedot lemak asal Medan beberapa waktu lalu.

Pantauan tim Aktual Media Grup, semua aktivitas di klinik kecantikan tersebut langsung berhenti pasca insiden mengerikan itu, hingga polisi memasang tali pembatas.

Tim juga tidak melihat pemilik maupun penjaga klinik WSJ Beauty, selain petugas Polres Metro Depok beberapa waktu lalu yang datang dan membawa sejumlah berbagai barang bukti, salah satunya alat sedot lemak yang digunakan pada korban waktu itu.

Begitu juga dengan aku media sosial milik WSj Beauty juga nampak disetel pribadi. Akun Tiktok @wsjbeauty, WSJ Beauty dengan 7.054 pengikut dan 23,4 ribu suka kini tidak dapat dilihat lagi seluruh postingannya. Begitu juga di akun instagram @wsj.clinic, sebanyak 1.221 unggahannya tidak bisa dilihat lagi.

Penanggungjawab WSJ Beauty dr. Apronso SpBP-RE yang dihubungi melalui 0813******56 maupun Ricardo Siahaan selaku pengacara WSJ Beauty hingga saat ini tidak mampu menjawab soal serta menunjukkan diagnosa kematian korban yang meregang nyawa usai sedot lemak.

Sebelumnya diberitakan bahwa Okta Vivilia Hasibuan menyatakan tidak terima atas meninggalnya sang adik Ella Nanda Sari Hasibuan, karena menjalani operasi sedot lemak di WSJ Beauty. Ia menduga klinik tersebut melakukan malpraktek.

Pasalnya, hingga saat ini pihak WSJ Beauty yang berada di Kota Depok itu menyembunyikan diagnosa kematian Ella kepada pihak keluarga. Parahnya, di akhir hayatnya, keluarga hanya diperkenankan melihat wajah. Sementara bagian tubuh lain yang telah terbungkus kain putih tidak boleh diteliti.

READ  Direktur PT. NDP Iman Subekti Resmi Ditahan Kejatisu Terkait Kasus Citraland

“Sampai mayatnya hanya boleh dibuka muka, gak perlu yang lain. Ada apa ini, saya menduga ini ada malpraktek,” ungkapnya, Kamis (25/7/2024) malam.

Kepada Aktual Online, Vivilia juga mengaku sudah mendesak pihak klinik WSJ Beauty yang mengantarkan jenazah sang adik untuk memberikan diagnosa kematian. Namun, mereka tidak berkenan menunjukkannya tanpa alasan jelas.

Untuk mengalihkan dugaan malpraktek, Ricardo Siahaan selaku pengacara WSJ Beauty juga dibeberkan Vivilia telah membuat perdamaian dengan Erni yang merupakan tante korban tanpa melibatkannya sebagai saudara kandung.

Terpisah, Pengacara WSJ Beauty Ricardo Siahaan yang dihubungi Akrual Online mengaku bahwa persoalan kematian Ella telah selesai. Namun ia menolak menjawab masalah diagnosa kematian Ella dengan alasan telah ada perdamaian.

“Keluarga yg mana bang, kita sama keluarga nya sudah selesai dengan mediasi. Yg di pangkalan brandan bang, hasil nya ada kesepakatan berdamai bang,” tulisnya dalam pesan WhatsApp.

Melalui pemberitaan ini, Vivilia berharap WSJ Beauty bertanggungjawab atas meninggalnya Ella. Ia mendesak klinik tersebut segera menunjukkan diagnosa kematian Ella, serta berharap tidak ada korban WSJ Beauty lainnya setelah ini.

Diketahui Ella warga kompleks Abadi No. 2C Medan meninggal dunia di WSJ Beauty, Senin, 22 Juli 2024 silam, saat menjalani operasi sedot lemak di lengan.

Kematian itu pertama kali dikabarkan oleh supir mobil rental yang disewa Ella kepada temannya di Medan Fanny, dan kemudian dikabarkan kepada keluarga di Brandan dan jenazahnya diantar Rabu 24 Juli 2024 dengan pesawat.

Karena sang ayah mengalami stroke, WSJ Beauty melakukan pendekatan khusus kepada Irma selaku tante Ella. Di sinilah Vivilia mencurigai klinik berhasil mengelabui keluarga korban dengan uang perdamaian dan tanpa harua menunjukkan bukti-bukti otentik kematian Ella di klinik mereka.

READ  Besok Lebaran, Pelaku Penyerangan Rumah Advokat Acil Lubis Masih Berondok di Barak Narkoba Gang Kasih Jermal

Dari penelusuran jejak digital Aktual Online, WSJ Beauty memang merupakan klinik yang terkenal bermasalah karena banyak pasien mengalami kegagalan usai operasi kecantikan di sana. Namun, Ella merupakan korban meninggal pertama di klinik tersebut. II Prasetiyo

Related Post