AKTUALONLINE.co.id – Medan II Ternyata soal main memainkan kutipan liar, PUD Pasar Kota Medan adalah jagonya. Bahkan, transaksi ilegal ini dilakukan secara terang-terangan yang dapat dibuktikan secara fisik melalui mutasi bank.
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Media Aktual Grup, PUD Pasar Kota Medan sendiri menempatkan karyawannya bidang Satuan Pengawas Internal (SPI) inisial RRH menjadi anak main pungli tersebut.
Ia mendapat instruksi khusus untuk mengkoordinir kutipan sewa beberapa unit kamar mandi pusat pasar. Upeti yang terkumpul itu kemudian ia setorkan sendiri atas nama pribadi ke rekening PUD Pasar Kota Medan sebesar Rp50 juta untuk satu bulan.
Sementara itu Dirut PUD Pasar Kota Medan Suwarno yang dikonfirmasi soal kutipan tersebut hingga berita ini diterbitkan belum juga mau buka suara.
Sebelumnya diberitakan Sebanyak 46 pejabat Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar Kota Medan yang terdiri dari direksi, kepala bagian, kepala cabang, dan kepala pasar tidak gajian. Hal ini menoreh kecewa mendalam bagi anak, istri maupun keluarga dari para petinggi di perusahaan plat merah tersebut.
Curhatan ini dibeberkan salah seorang kepala pasar yang meminta disembunyikan identitasnya, Jumat (26/4/2024) dini hari, lantaran berita Aktual Online dengan judul ‘Pegawai PUD Pasar Medan Gagal Gajian Bulan April 2024, Segini Sisa Kas Perusahaan’ benar-benar terjadi dan mengorbankan para petinggi PUD Pasar Kota Medan.
Berdasarkan keterangan narasumber tersebut, pada tanggal 25 April 2024 merupakan waktu gajian bagi internal PUD Pasar Medan, kecuali honorer yang menerima upah setiap awal bulan. Memang, saat itu keuangan sudah habis sesuai fakta di dalam berita.
Namun karena ketakutan telah diberitakan, Dirut PUD Pasar Suwarno memaksa agar seluruh pasar menyetorkan pendapatan. Hingga akhirnya uang berhasil masuk sore hari. Meski jumlahnya terbatas, namun sang direktur tetap membuat keputusan agar dana tersebut diperuntukkan bagi karyawan agar tidak ada keributan besar dan menjadi isu negatif di media massa.
“Ditunggu sampai sore hari bang. Masuklah uang setoran tapi terbatas. Si tukang kelapa itu takut ribut, jadi didahulukannya karyawan. Kami gak digaji karena dianggap bisa tutup mulut. Sekarang kas kosong bang,” bebernya.II Prasetiyo
