Today

Tudingan Rampas Anak dan Paksa Aborsi Adalah Bohong, Bripka Berlin Sinaga: Malah Jari Saya Digigit

Prase Tiyo

AKTUALONLINE.co.id – Medan II Anggota Bintara Unit (Banit) Subdit II Ditreskrimsus Polda Sumut, Bripka Berlin Sinaga membantah tuduhan perampasan anak dan pemaksaan aborsi seperti yang dilaporkan Dian Meta Sihombing, sang istri ke Polda Sumut. Malah, dalam konflik keluarga tersebut, ia mengaku menjadi korban gigit jari hingga berdarah oleh istrinya.

Melalui kuasa hukumnya, Pahala Sitorus, Rabu (17/4/2024) sore, Bripka Berlin Sinaga mengaku terpaksa membeberkan fakta yang terjadi di rumah tangganya. Hal itu mengingat banyaknya berita simpang siur di media massa dan media sosial hingga mencoreng nama baiknya sebagai seorang ayah dan anggota kepolisian.

Dipaparkan Pahala Sitorus, konflik rumah tangga mereka kerap terjadi oleh hal sepele sejak tahun 2016 silam. Namun, semua itu dianggap sebagai bunga rumah tangga oleh kliennya. Misalnya, saat Bripka Berlin Sinaga mendapat makian dari sang istri berupa sebutan alat kelamin pria, hanya karena mengajak ke gereja.

“Karena disuruh ke gereja, namun dimaki dengan menyebut alat kelamin pria oleh istrinya. Suami mana yang tidak marah,” ungkapnya dalam siaran pers di salah satu tongkrongan daerah Teladan Medan.

Soal mengurus pendidikan anak, keduanya juga bertengkar, karena kliennya menerima kemarahan sang istri lantaran menanyakan soal sang anak tidak diajari menulis halus kasar. Ia masih ingat, kliennya menginformasikan kejadian pada 8 Februari 2024 itu sempat membuat sang anak paling bontot menangis mendengar pertengkaran orangtuanya.

Melihat hal itu, Bripka Berlin Sinaga mencoba menggendong sang anak, namun ingin direbut sang istri. Saat itu, istri kliennya sempat terdorong namun berhasil menangkap tangan kiri dan langsung menggigit jari telunjuk suaminya tersebut hingga berdarah.

Awal keributan besar mereka pecah di 12 Februari 2024 lalu. Saat masih bertugas, Bripka Berlin Sinaga mendapat kabar dari sopirnya bahwa istrinya ingin minggat. Ketika itu, kliennya sempat mengejar ke rumah namun tidak berhasil mencegah kaburnya Dian Meta Sihombing dengan membawa ketiga anak mereka.

READ  Kahiyang Ayu Serahkan 135 Kursi Roda Adaptif, bagi Anak Penyandang Cerebral Palsy di Sumut

“Dapat info itu, akhirnya dia pulang. Istrinya ternyata sudah pergi. Ia menyuruh sopir tetap jaga rumah. Dia kembali ke polda, serah terima piket dan mencari ke rumah mertua di Lubuk Pakam,” terang Pahala Sitorus.

Sebagai seorang ayah dan suami, Bripka Berlin Sinaga berusaha menemukan istri dan anak tanpa berhenti. Hingga beberala hari berikutnya, ia menemukan mobil sang istri terparkir di halaman belakang rumah mertuanya. Karena alasan tidak ada yang mau menyahut dan menyambut, kliennya lantas lompat pagar dan mematikan sumber arus listrik.

Ternyata, cara tersebut berhasil. Namun kehadiran Bripka Berlin Sinaga langsung disambut oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Namun, setelah dijelaskan kronologi sebenarnya, kliennya diperbolehkan masuk dan berdiskusi dengan paman sang istri.

Panjang lebar, Bripka Berlin Sinaga juga mempertanyakan konflik rumah tangga yang sama sekali tidak ia pahami. Bahkan, kliennya itu memberikan leluasa penuh untuk mengurus keuangan. Mulai dari Gaji Rp5 juta, remon Rp3 juta ditambah Rp12 juta tambahan uang diserahkan sepenuhnya dalam bentuk atm beserta pin kepada sang istri.

Memang, di tahun 2022 silam, Bripka Berlin Sinaga mengutarakan niatnya untuk memiliki anak laki-laki. Namun program tersebut dibatalkannya karena saat dilakukan pemeriksaan, sang istri telah hamil. Bahkan kandungannya berhasil melahirkan anak ketiga pada Juli 2023.

“Bulan Juli 2023 lalu melahirkan anak ke tiga, kapan hamilnya, jadi kapan pula dipaksa aborsi. Kalau aborsi pasti tidak mungkin bisa melahirkan,” cecarnya.

Puncak keributan keduanya terjadi pada 12 Maret 2024 lalu. Pahala Sitorus yang mengaku sempat dikurung oleh pihak keluarga istri kliennya itu mengaku Bripka Berlian Singa bersama beberapa anggota keluarga datang dengan niat baik dan membawa kucing anggora untuk dihadiahkan kepada anak-anaknya.

READ  Polisi Himbau Orang Tua: Jangan Biarkan Anak di Bawah Umur Mengendarai Kendaraan Bermotor

Saat sang anak ingin melihat kucing tersebut, kala itu juga sang istri langsung histeris dan meneriaki keluarga Bripka Berlin Sinaga sebagai penjahat, hingga mengundang massa. Untungnya, Pahala mengaku kehadiran mereka juga sudah diberitahukan kepada Kapolsek Lubuk Pakam, AKP Rusdi hingga mendapat pengawal dari Bhabinkamtibmas, Babinsa dan kepala desa.

Sebenarnya, 26 Februari 2024, sebelum terbang ke Malang, Pahala Sitorus sempat menasehati Dian Meta Sihombing untuk tidak mengambil keputusan apapun sebelum masuk ke kamar dan berdoa meminta petunjuk Tuhan. Akan tetapi, bujukan itu tidak diindahkan hingga berita simpang siur soal konflik keluarga mereka berseliweran dan memunculkan berbagai opini.

Pahala Sitorus juga menegaskan bahwa saat ini kliennya telah membuat laporan soal perbuatan sang istri ke Polda Sumut. Bukan untuk menjatuhkan, namun Bripka Berlin Sinaga menginginkan persoalan ini redam dan memulai kembali lembaran hidup baru yang rukun. II Prasetiyo

Related Post