Aktualonline.co.id|| Deli Serdang
Gema Idul fitri sebentar lagi berkumandang dimana mana seluruh masyarakat muslim dunia bergembira dengan tibanya hari suci tersebut.
Namun beda dengan nasib rekanan pemkab deli serdang selain mulai stres juga kegembiraan yang tidak mereka rasakan selain memikirkan utang juga biaya lebaran guna menutupi kebutuhaan keluarga tak dapat dilakukan akibat cuan proyek hingga kini belum juga di cairkan penkab deli serdang padahal bupati deli serdang berjanji akan mencicil di bulan april ini sebelum lebaran tiba.
Dampak akibat di prenk Bupati Mhd Ali Yusuf Siregar, sabtu (6/4/2024) aksi demo tunggal kali ini dilakukan oleh rekanan dengan menangis dan memohon agar proyeknya dibayar atau di cicil melakukan aksi di rumah dinas bupati tersebut.” Tolonglah bupati anak istriku butuh dana mau lebaran jangankan pulang kampung kue di runah aja sudah gak aza kasihanilah kami yang butuh saat ini. Tolong kami pak jokowi kami gak tau mengadu kemana lagi ” Tandasnya.
Selain itu juga, pendemo memohon agar secara hati nurani yang dalam kepada bupati membayar proyek mereka apalagi jabatanya tinggal menghitung hari saja .” Jangan kau hancurkan hidup kami sudah keluarga kami hancur kini kami juga kau hancurkan.” Katanya.
Karena tak digubris ataupun karena takut bupati yang tak berani bertemu dengan pendemo tersebut ahkirnya pulang dengan keadaan wajah yang kacau mengigat biaya untuk ke rumah.
Menanggapi hal tersebut aktifivis 98 nugroho wicaksono yang juga merupakan ketua tim kemenangan prabowo gibran mengakui bahwa kejadian seperi ini emank diluar kemanusian bayangkan aja hingga kini uang proyek para rekanan tak kunjung cair padahal bupati hanya masa jabatanya hitungan hari saja.” Gak akan mungkin bupati yang baru mau menanggung beban utang tersebut dampaknya utang pemkab 2013 yang lalu terkait proyek swakelola bakal nasibnya sama.” Imbuhnya
Jadi, kalau ini terjadi ini benar benar korupsi luar biasa terjadi di deli serdang dan penegakan hukum di penkab deli serdang atau khusunya di sumatera utara  sama sekali tak berjalan atau kata lain mati suri karena diduga ikut menikmati uang negara sehingga kejadian ini hanya dianggab angin lalu saja dan sebaliknya KPK ataupun siapapun penegak hukum di pusat agar kiranya turun ke pemkab deli serdang melihat kejahatan para pejabat disini yang memakan uang negara dan mengorbankan pemborong jadi tumbalnya .” Ini penkab deli serdang benar benar kebal hukum uang negara habis di babat penegak hukum tak perduli.” Celotehnya gom




