Keterangan foto: Kuasa Hukum Prof. Henuk (Kanan), S. Firdaus SH, SE, MM.
Keterangan foto: Kuasa Hukum Prof. Henuk (Kanan), S. Firdaus SH, SE, MM.
Advertisements

AKTUALONLINE.co.id MEDAN ||| S. Fidaus SH, SE, MM selaku Kuasa Hukum dari Prof. Ir. Yusuf Leonard Henuk, M.Rur Sc Ph.D menyebut upaya ekseskusi yang ditujukan kepada klienya sebagai pemerkosaan terhadap hukum.

Kepada aktualonline.co.id, S. Firdaus menegaskan bahwa tidak ada aturan saat ini yang memperkenankan aparat penegak hukum menahan seseorang yang tersandung kasus dalam pidana ringan.

“Inikan nampaknya memperkosa hukum. Apakah ini pantas untuk dieksekusi. Ini sama saja menggugurkan kitab undang-undang hukum,” ungkap S. Firdaus, Rabu (22/6/2022) melalui telepon.

Agar tidak salah langkah, pengacara yang berkantor di Jakarta itu menyarankan agar Kejari Taput untuk meminta petunjuk kepada Kejagung sebelum melakukan eksekusi terhadap kliennya.

Ia yakin bahwa rencana penahanan terhadap kliennya sudah melanggar ketentuan yang mengatur soal tindak pidana ringan. Jika masih dipaksakan, S. Firdaus berencana memperpanjang perkara ini hingga ke Mahkamah Internasional dan PBB.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Idianto SH, MH melalui Kasipenkum Kejatisu, Yos Arnold Tarigan SH, MH menyebut upaya eksekusi yang akan dilakukan kepada Prof. Ir. Yusuf Leonard Henuk, M.Rur Sc Ph.D hanya menjalankan putusan hakim yang telah inkrah.

Dimana mantan direktur Pascasarjana Insitut Agama Kristen (IAKN) Tarutung tersebut divonis 2 bulan penjara oleh hakim Hendra Hutabarat atas kasus penghinaan terhadap Martua Situmorang melalui postingan Facebook. “Jaksa hanya menjalankan putusan hakim,” terangnya. ||| Red

 

 

Editor : Pras